🧠 Berita RSPON – Persentase penduduk lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) di Indonesia mencapai sekitar 11,93% hingga 12,36% dari total populasi, menandakan Indonesia telah resmi memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), salah satu jenis penyakit tidak menular dan kronis yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Hipertensi merupakan “Silent Killer” karena penyakit ini sering kali berkembang di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Beberapa alasan utama kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer, seperti sebagian besar orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari kondisi tersebut sampai melakukan pemeriksaan, hipertensi dapat merusak organ secara diam-diam, dan memicu komplikasi mematikan yang mendadak seperti stroke mendadak. Secara rata-rata keseluruhan populasi lansia diperkirakan sekitar 6% lansia di Indonesia hidup dengan diagnosis atau riwayat stroke. Sebanyak 85% diantaranya merupakan kasus Stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darah), sedangkan 15% sisanya adalah Stroke Hemoragik (perdarahan).

Perawatan terhadap pasien stroke yang merupakan lansia memerlukan perhatian khusus karena perasaan para lansia yang lebih sensitif seperti mudah marah sering kali muncul dan sebagai caregiver, kita harus mengantisipasi dengan perawatan yang tepat.
Guna mendukung pembentukan caregiver yang mampu memberikan perawatan pada lansia di rumah dan juga mampu membagikan edukasi pada masyarakat sekitar, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) bekerjasama dengan Puskesmas Cakung menyelenggarakan kegiatan pembinaan caregiver lansia yang dihadiri oleh para kader serta masyarakat yang merupakan caregiver lansia dari Kecamatan Cakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Cakung Timur (RPTRA Caktim Tersenyum).
Dalam kegiatan pembinaan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu apt. July, M.Farm yang memberikan pemaparan materi tentang “Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat pada Lansia dengan Keterbatasan Gerak”, dan Endang Widiyaningsih, A.Md.O.T yang memberikan pemaparan materi tentang “Adaptasi Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak”.

Diharapkan melalui pembinaan ini, para caregiver mampu menerapkan penggunaan obat yang aman dan tepat pada lansia dengan keterbatasan gerak melalui dagusibu obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar, tidak lupa juga untuk membantu para lansia untuk tetap aktif bergerak dengan adaptasi kegiatan sehari-hari seperti memakai pakaian sendiri dan menggunakan alat makan secara perlahan tetapi rutin dengan harapan lansia bisa mandiri dan berdaya. (mfy/humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON