🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar talkshow kesehatan bertajuk nyeri kepala bersama narasumber dr. Iswandi Erwin, Sp.N., Subsp.NN(K), M.Ked, pada Selasa (30/09/26). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis, pemicu, dan tanda bahaya dari nyeri kepala yang sering dianggap sepele.
Dalam paparannya, dr. Iswandi menjelaskan bahwa nyeri kepala terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Nyeri kepala primer merupakan penyakit itu sendiri seperti migrain dan nyeri kepala tegang, sedangkan sekunder disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya. Ia menambahkan, migrain umumnya ditandai dengan nyeri berdenyut dan lebih sering dijumpai, yang disertai gejala penyerta berupa fotofobia atau sensitif terhadap cahaya, fonofobia atau sensitif terhadap suara, dan osmofobia atau sensitif terhadap bau, sementara untuk nyeri kepala tegang umumnya terasa seperti terikat di kepala dengan tingkat nyeri yang tidak terlalu tinggi.
dr.Iswandi juga menyampaikan bahwa stres dan gangguan pola tidur menjadi salah satu penyebab utama nyeri kepala, sehingga masyarakat diimbau untuk mengelola stres dan menjaga waktu tidur yang cukup selama 7-8 jam per hari. Ia juga menekankan pentingnya mengenali red flag atau tanda bahaya nyeri kepala, dimana jika nyeri terjadi terus-menerus, memberat, atau disertai gejala lain, harus segera diperiksakan karena nyeri kepala merupakan alarm tubuh bahwa ada yang tidak baik. Diharapkan melalui edukasi ini masyarakat semakin peduli dan tidak menyepelekan nyeri kepala serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat. (S.A/humas)