RSPON- — Kasus gangguan saraf dan bedah saraf di Indonesia, seperti tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan gangguan saraf lainnya, terus meningkat dan membutuhkan penanganan yang tepat, cepat, serta didukung teknologi modern. Tumor otak sendiri dapat berasal dari jaringan otak secara langsung (tumor primer) maupun akibat penyebaran kanker dari organ lain ke otak (metastasis).
Dikutip dari emedicine.medscape.com, Kasus tumor otak metastasis cukup sering ditemukan pada pasien kanker, terutama yang berasal dari kanker paru-paru, payudara, dan ginjal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa metastasis otak terjadi pada sekitar 10–30% pasien kanker dewasa.
Namun, akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif di Indonesia masih terbatas. Kondisi ini membuat sebagian pasien memilih mencari pengobatan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan yang lebih canggih dan nyaman. Oleh karena itu, kehadiran teknologi penanganan modern yang minim invasif di Indonesia menjadi sangat penting agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.
Dalam upaya memperkuat kolaborasi pengembangan layanan penanganan tumor otak tanpa operasi terbuka serta mendukung peran sebagai pusat rujukan nasional otak dan saraf, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjalin kemitraan strategis dengan PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI) dan PT Siloam International Hospitals Tbk.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama PT Gamma Knife Centre Indonesia dan PT Siloam International Hospitals Tbk pada Jumat (8/5/26) di Ruang Auditorium Lantai 16 Gedung B RSPON Mahar Mardjono Jakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar institusi kesehatan guna mendukung pengembangan layanan neurologi dan bedah saraf yang lebih komprehensif, modern, dan terintegrasi.
Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama PT Siloam International Hospitals Tbk, David Utama, B.Sc., M.Sc., dan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS. dan dilanjutkan Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI), yang diwakili oleh Krisnadhi Sunarto bersama dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS.
Melalui kerja sama ini, diharapkan akses layanan kesehatan otak dan saraf bagi masyarakat dapat semakin luas, sekaligus memperkuat sistem rujukan yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan di bidang pendidikan, penelitian, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan terkini guna mendukung pelayanan yang lebih optimal dan berkualitas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama antar institusi, serta penyerahan cinderamata.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang kesehatan otak dan saraf, RSPON Mahar Mardjono Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan kolaborasi strategis bersama berbagai mitra, RSPON Mahar Mardjono Jakarta optimistis dapat terus mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang berkualitas dan berkelanjutan.(a.n-Humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON