RSPON- —  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono menerima kunjungan Invest International (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)  bersama Project Management Unit (PMU) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dalam rangka rapat koordinasi proyek pengadaan alat kesehatan melalui skema co-financing. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RSPON Mahar Mardjono Jakarta Lantai 11 Gedung C pada Selasa 30 Juni 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan pemenuhan alat kesehatan strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran direksi dan manajemen RSPON Mahar Mardjono Jakarta memaparkan perkembangan rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional pelayanan penyakit otak dan persarafan, khususnya stroke. RSPON juga menyampaikan perkembangan operasional gedung pelayanan baru yang telah mulai dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan. Saat ini, optimalisasi operasional gedung masih terus dilakukan seiring proses pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan strategis.
Pembahasan juga difokuskan pada perkembangan proyek pengadaan alat kesehatan melalui skema co-financing, termasuk pengadaan yang didanai oleh Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari keseluruhan proyek. Sejumlah alat kesehatan strategis, seperti CT Scan, PET-MR, LINAC, dan berbagai peralatan diagnostik lainnya, menjadi prioritas untuk mendukung peningkatan kapasitas pelayanan serta memperkuat layanan neurologi dan bedah saraf di RSPON Mahar Mardjono Jakarta.
Selain membahas perkembangan pengadaan, rapat turut mengkaji mekanisme pengadaan melalui sistem E-Katalog di Indonesia. Invest International memerlukan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai struktur harga pengadaan sebagai bagian dari penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta value for money dalam penggunaan dana pembiayaan.
Sebagai tindak lanjut, RSPON Mahar Mardjono Jakarta akan menyampaikan laporan perkembangan pengadaan alat kesehatan yang didanai Pemerintah Indonesia, melengkapi dokumen referensi terkait pelaksanaan pengadaan melalui sistem E-Katalog pada proyek-proyek rumah sakit Kementerian Kesehatan, serta menyusun Disbursement Schedule sebagai bagian dari kesiapan implementasi proyek. Hasil evaluasi terhadap dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam tahapan berikutnya, termasuk proses penerbitan Statement of No Objection (SoNO).
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan kolaboratif dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk mempercepat implementasi proyek pengadaan alat kesehatan. Komitmen bersama antara RSPON Mahar Mardjono Jakarta, Invest International, dan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat mendukung penyediaan alat kesehatan yang tepat waktu sehingga pelayanan kesehatan otak dan saraf kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Usai rapat koordinasi, seluruh peserta melaksanakan hospital tour untuk meninjau secara langsung fasilitas pelayanan, gedung baru, serta kesiapan operasional RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional. Kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan infrastruktur rumah sakit sekaligus kesiapan RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas baru melalui dukungan pengadaan alat kesehatan yang memadai. (a.n-Humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON