RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjadi lokasi penyelenggaraan hari pertama Active Ageing Summit 2026, rangkaian Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bidang kesehatan. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, hingga komunitas lansia untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
Acara diawali dengan penampilan angklung dari kelompok lansia RSUD Tugu Koja yang menunjukkan semangat produktif dan aktif di usia lanjut bersama dengan Wakil Menteri Kesehatan RI II (dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR),  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (dr. Maria Endang Sumiwi, MPH), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (dr. Imran Pambudi, MPHM) dan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS). Acara dilanjukan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas  dilanjutkan dengan keynote speech dari Wakil Menteri  Kesehatan RI II. 
Pembahasan utama pada hari pertama berfokus pada kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi yang akan bertransformasi menjadi masyarakat menua pada tahun 2045. Dalam sesi keynote, para narasumber menyoroti pentingnya pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan lansia secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.
Diskusi kemudian berlanjut pada isu penguatan sistem layanan kesehatan bagi lansia. Para pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah membahas pentingnya pelayanan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan primer, rumah sakit, dan layanan berbasis komunitas untuk memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai care economy lansia. Diskusi ini mengulas potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan, rehabilitasi, pendampingan, hingga hunian ramah lansia. Para pembicara menilai bahwa sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia.
Pada sesi siang, pembahasan difokuskan pada kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia. Para narasumber menekankan pentingnya desain pelayanan yang berpusat pada pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan yang mampu mendukung pelayanan geriatri secara optimal.
Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu topik utama dalam summit ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perawatan lansia dinilai memiliki potensi untuk mendukung pemantauan kesehatan secara lebih personal dan membantu deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang sering dialami kelompok usia lanjut.
Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan berbagai masalah geriatri yang semakin menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Para narasumber menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia, termasuk demensia dan Alzheimer, yang memerlukan penanganan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, tata laksana, hingga dukungan bagi keluarga dan caregiver. Dalam sesi ini, perwakilan RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berbagi pandangan mengenai pentingnya penguatan layanan kesehatan otak dan saraf bagi lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.
Menjelang penutupan kegiatan, para peserta mengikuti diskusi mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung strategi nasional lanjut usia. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menyampaikan pandangan serta komitmen masing-masing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lansia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua, sekaligus memastikan lansia tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi aktif di masyarakat.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang neurologi dan kesehatan otak, RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berkontribusi dalam diskusi terkait perkembangan masalah geriatri di Indonesia, khususnya peningkatan kasus demensia dan Alzheimer. Dalam sesi tersebut, para ahli menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan otak bagi lansia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengembangan layanan geriatri yang lebih komprehensif.
Melalui Active Ageing Summit 2026, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga aset bangsa yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. (a.n-Humas)

Share:

Tags: RSPON, Berita

admin.rspon.go.id
Tim Humas RSPON