🧠 Berita RSPON – Dalam rangka mendukung peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesehatan bagi pengurus komite dan koordinator kelas di SMP Negeri 275 Jakarta, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) memberi “Edukasi Dini Mengenai Stroke” dan “Parenting Cerdas, Anak Sehat Mental” pada Senin, 2 November 2026 di Aula Serbaguna, SMP Negeri 275 Jakarta yang dihadiri oleh para wali murid koordinator kelas dan pengurus komite.
Tantangan menjadi orangtua di era digital dengan anak yang bertumbuh menjadi remaja memang tidak bisa dihindari, sebisa mungkin orangtua dapat menyesuaikan diri serta menjadi gerbang pertama anak dalam menghadapi kehidupannya yang beranjak dewasa ini, oleh karena itu dalam pemaparan materi tentang “Parenting Cerdas, Anak Sehat Mental” yang disampaikan oleh Dewi Gemilang Sari, S.Kep., Ners, MKM, poin yang menjadi sorotan adalah bagaimana cara orangtua untuk memahami emosi, membentuk karakter, dan membangun kepercayaan diri anak terutama di era modern dengan perkembangan media digital yang pesat dimana anak dengan mudah mampu mengakses berbagai macam informasi.
Selain sebagai orangtua, tantangan yang dihadapi bukan hanya merawat dan memastikan anak dalam kondisi prima, tetapi orangtua juga memiliki tanggungjawab pada diri sendiri untuk menjaga kesehatan sehingga dapat beraktivitas dengan leluasa. Dalam pemaparannya terkait “Edukasi Dini Mengenai Stroke” yang disampaikan oleh dr. Perwita Arumningtyas, Sp.N, beliau menerangkan tentang apa itu stroke, faktor resiko stroke, mitos dan fakta seputar stroke sehingga para orangtua wali murid dapat mengetahui apakah mereka memiliki potensi terkena stroke dan apabila tidak memiliki faktor resiko yang telah dipaparkan, para orangtua ini dapat menghindari resiko stroke dengan menerapkan “Cerdik” sejak dini. “Cerdik” merupakan akronim metode pencegahan stroke yang memiliki kepanjangan:
C — Cek kesehatan secara rutin (memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan secara berkala).
E — Enyahkan asap rokok (berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok).
R — Rajin aktivitas fisik (berolahraga atau bergerak aktif minimal 30 menit sehari, 3–5 kali seminggu).
D — Diet seimbang (mengonsumsi makanan bergizi rendah garam, rendah gula, dan rendah lemak jenuh).
I — Istirahat cukup (tidur yang berkualitas selama 7–8 jam sehari).
K — Kelola stres (mengelola emosi dan pikiran dengan baik)
Diharapkan melalui edukasi ini, peserta yang hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias dapat memahami dan menerapkan edukasi terkait pengenalan dini mengenai stroke dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat terhindar dari resiko terkena stroke. Serta para orangtua juga lebih memahami anak setelah edukasi parenting yang menyimpan pesan bahwa anak tidak membutuhkan orangtua yang sempurna, tetapi anak membutuhkan orangtua yang mau hadir, mendengarkan, memahami, menetapkan batas, dan terus belajar bersama. (mfy/humas)