Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

Tentang Kami Kunjungi Kami
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
RSPON  Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjadi lokasi penyelenggaraan hari pertama Active Ageing Summit 2026, rangkaian Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bidang kesehatan. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, hingga komunitas lansia untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.Acara diawali dengan penampilan angklung dari kelompok lansia RSUD Tugu Koja yang menunjukkan semangat produktif dan aktif di usia lanjut bersama dengan Wakil Menteri Kesehatan RI II (dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR),  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (dr. Maria Endang Sumiwi, MPH), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (dr. Imran Pambudi, MPHM) dan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS). Acara dilanjukan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas  dilanjutkan dengan keynote speech dari Wakil Menteri  Kesehatan RI II. Pembahasan utama pada hari pertama berfokus pada kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi yang akan bertransformasi menjadi masyarakat menua pada tahun 2045. Dalam sesi keynote, para narasumber menyoroti pentingnya pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan lansia secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.Diskusi kemudian berlanjut pada isu penguatan sistem layanan kesehatan bagi lansia. Para pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah membahas pentingnya pelayanan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan primer, rumah sakit, dan layanan berbasis komunitas untuk memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai care economy lansia. Diskusi ini mengulas potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan, rehabilitasi, pendampingan, hingga hunian ramah lansia. Para pembicara menilai bahwa sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia.Pada sesi siang, pembahasan difokuskan pada kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia. Para narasumber menekankan pentingnya desain pelayanan yang berpusat pada pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan yang mampu mendukung pelayanan geriatri secara optimal.Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu topik utama dalam summit ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perawatan lansia dinilai memiliki potensi untuk mendukung pemantauan kesehatan secara lebih personal dan membantu deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang sering dialami kelompok usia lanjut.Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan berbagai masalah geriatri yang semakin menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Para narasumber menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia, termasuk demensia dan Alzheimer, yang memerlukan penanganan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, tata laksana, hingga dukungan bagi keluarga dan caregiver. Dalam sesi ini, perwakilan RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berbagi pandangan mengenai pentingnya penguatan layanan kesehatan otak dan saraf bagi lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.Menjelang penutupan kegiatan, para peserta mengikuti diskusi mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung strategi nasional lanjut usia. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menyampaikan pandangan serta komitmen masing-masing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lansia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua, sekaligus memastikan lansia tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi aktif di masyarakat.Sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang neurologi dan kesehatan otak, RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berkontribusi dalam diskusi terkait perkembangan masalah geriatri di Indonesia, khususnya peningkatan kasus demensia dan Alzheimer. Dalam sesi tersebut, para ahli menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan otak bagi lansia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengembangan layanan geriatri yang lebih komprehensif.Melalui Active Ageing Summit 2026, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga aset bangsa yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. (a.n-Humas)

Selengkapnya
Edukasi Memperingati HLUN: “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat” Berita

Edukasi Memperingati HLUN: “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat”

Berita RSPON – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Jambore Kader Tahun 2026 dan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) berkolaborasi dengan Puskesmas Duren Sawit mengadakan Health Talks Edukasi yang mengangkat topik tentang “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat” pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini berlokasi di Kantor Kecamatan Duren Sawit dan dihadiri oleh para kader kesehatan atau posyandu dari daerah sekitar.Dalam Health Talks ini RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu dr. Rizka Ibonita, Sp.N yang memberikan pemaparan materi lebih lanjut tentang pentingnya tidur nyenyak untuk lansia yang lebih sehat. Selama acara berlangsung, para peserta kegiatan menyambut dengan antusias melalui interaksi tanya-jawab.Diharapkan melalui kegiatan ini, para kader kesehatan atau posyandu ini dapat menerapkan dan menyebarkan pengetahuan yang didapatkan pada masyarakat di tempat tinggalnya tentang pola tidur yang baik bukan sekedar istirahat tetapi tidur adalah waktu perawatan bagi otak dan tubuh. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berkolaborasi dengan Puskesmas Menteng Edukasi Masyarakat tentang Pikun dan Kesehatan Otak Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berkolaborasi dengan Puskesmas Menteng Edukasi Masyarakat tentang Pikun dan Kesehatan Otak

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)  berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Menteng dalam kegiatan Bincang Kesehatan Puskesmas Menteng (BIKMEN) yang mengangkat tema “Jangan Maklum dengan Pikun: Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya.”Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 ini menghadirkan dr. Asnelia Devicacresaria, Sp.N., Subsp. NGD(K), Dokter Spesialis Saraf Konsultan Neurobehaviour dan Neurogeriatrik RSPON Mahar Mardjono Jakarta, sebagai narasumber. Acara diikuti oleh masyarakat secara langsung di Aula Lantai 5 Puskesmas Menteng serta secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live.Dalam pemaparannya, dr. Asnelia menjelaskan bahwa keluhan lupa pada usia lanjut tidak selalu merupakan bagian normal dari proses penuaan. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda yang patut diwaspadai karena dapat menjadi gejala awal gangguan fungsi kognitif atau demensia.Selain membahas perbedaan antara lupa biasa dan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai faktor risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini untuk menjaga kesehatan otak di usia lanjut. Dan dilanjutkan dengan senam bersama oleh peserta kegiatanKegiatan yang dimoderatori oleh dr. Fatin Aldilia dari Puskesmas Menteng ini berlangsung interaktif. Peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai masalah kesehatan yang sering dialami lansia, khususnya terkait daya ingat dan perubahan perilaku.Melalui kegiatan edukasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Puskesmas Menteng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otak serta tidak menganggap semua keluhan pikun sebagai hal yang wajar. Dengan mengenali gejala sejak dini, penanganan yang tepat dapat diberikan sehingga kualitas hidup pasien dan keluarganya tetap terjaga.(a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course

🧠 Berita RSPON – Sebagai bentuk peningkatan kapasitas keilmuan dan keterampilan dalam bidang neurovaskular dan microneurosurgery, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course. Acara ini berlangsung pada 30 Mei - 4 Juni 2026 yang didukung oleh 22 fakultas terdiri dari 12 fakultas dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan 10 Narasumber Internasional yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Kolombia, Thailand, Mexico, Malaysia, Portugal, serta Hongkong.Rangkaian kegiatan dari acara ini meliputi Microvascular Anastomosis Hands-On Course, Cadaver Dissection Hands-On Course, dan Live Surgery Course yang berlangsung di Auditorium Lantai 16 Gedung B, RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) yang menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, menjadi ujung tombak bagi misi peningkatan kapasitas dan kemandirian layanan bedah saraf Indonesia sesuai dengan transformasi layanan kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2022. Sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Budi G. Sadikin), diharapkan ilmu dan keterampilan yang didapat melalui pelatihan ini nantinya dapat dirasakan layanannya oleh seluruh masyarakat di Indonesia.Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Bedah Saraf Indonesia (dr. Bair Ginting, Sp.BS., FINSS, FIS) menyampaikan melalui sambutannya bahwa stroke masih merupakan salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, penanganannya membutuhkan sistem yang terintegrasi, multidisiplin, dan pemenuhan kompetensi yang terus diperbarui. Dokter bedah saraf memiliki kontribusi strategis dalam penanganan stroke, khususnya dalam kasus-kasus neurovaskular yang membutuhkan intervensi operatif maupun tata laksana lanjutan yang cepat dan akurat. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan jaringan layanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien stroke di Indonesia. Menurutnya, melalui kegiatan workshop yang akan berjalan selama 6 (enam) hari kedepan ini dapat mendukung penguatan kompetensi tersebut untuk memperkuat bidang neurovaskular baik dalam pendidikan, praktis klinis, maupun pengembangan layanan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas pelayanan pasien. Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (dr. Obrin Parulian, M.Kes) yang turut hadir melalui zoom meeting menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas acara 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, dengan harapan ilmu dan keterampilan yang didapatkan melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON  Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjadi lokasi penyelenggaraan hari pertama Active Ageing Summit 2026, rangkaian Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bidang kesehatan. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, hingga komunitas lansia untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.Acara diawali dengan penampilan angklung dari kelompok lansia RSUD Tugu Koja yang menunjukkan semangat produktif dan aktif di usia lanjut bersama dengan Wakil Menteri Kesehatan RI II (dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR),  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (dr. Maria Endang Sumiwi, MPH), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (dr. Imran Pambudi, MPHM) dan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS). Acara dilanjukan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas  dilanjutkan dengan keynote speech dari Wakil Menteri  Kesehatan RI II. Pembahasan utama pada hari pertama berfokus pada kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi yang akan bertransformasi menjadi masyarakat menua pada tahun 2045. Dalam sesi keynote, para narasumber menyoroti pentingnya pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan lansia secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.Diskusi kemudian berlanjut pada isu penguatan sistem layanan kesehatan bagi lansia. Para pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah membahas pentingnya pelayanan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan primer, rumah sakit, dan layanan berbasis komunitas untuk memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai care economy lansia. Diskusi ini mengulas potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan, rehabilitasi, pendampingan, hingga hunian ramah lansia. Para pembicara menilai bahwa sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia.Pada sesi siang, pembahasan difokuskan pada kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia. Para narasumber menekankan pentingnya desain pelayanan yang berpusat pada pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan yang mampu mendukung pelayanan geriatri secara optimal.Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu topik utama dalam summit ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perawatan lansia dinilai memiliki potensi untuk mendukung pemantauan kesehatan secara lebih personal dan membantu deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang sering dialami kelompok usia lanjut.Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan berbagai masalah geriatri yang semakin menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Para narasumber menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia, termasuk demensia dan Alzheimer, yang memerlukan penanganan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, tata laksana, hingga dukungan bagi keluarga dan caregiver. Dalam sesi ini, perwakilan RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berbagi pandangan mengenai pentingnya penguatan layanan kesehatan otak dan saraf bagi lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.Menjelang penutupan kegiatan, para peserta mengikuti diskusi mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung strategi nasional lanjut usia. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menyampaikan pandangan serta komitmen masing-masing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lansia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua, sekaligus memastikan lansia tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi aktif di masyarakat.Sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang neurologi dan kesehatan otak, RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berkontribusi dalam diskusi terkait perkembangan masalah geriatri di Indonesia, khususnya peningkatan kasus demensia dan Alzheimer. Dalam sesi tersebut, para ahli menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan otak bagi lansia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengembangan layanan geriatri yang lebih komprehensif.Melalui Active Ageing Summit 2026, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga aset bangsa yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. (a.n-Humas)

Selengkapnya
Edukasi Memperingati HLUN: “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat” Berita

Edukasi Memperingati HLUN: “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat”

Berita RSPON – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Jambore Kader Tahun 2026 dan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) berkolaborasi dengan Puskesmas Duren Sawit mengadakan Health Talks Edukasi yang mengangkat topik tentang “Tidur Nyenyak, Lansia Lebih Sehat” pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini berlokasi di Kantor Kecamatan Duren Sawit dan dihadiri oleh para kader kesehatan atau posyandu dari daerah sekitar.Dalam Health Talks ini RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu dr. Rizka Ibonita, Sp.N yang memberikan pemaparan materi lebih lanjut tentang pentingnya tidur nyenyak untuk lansia yang lebih sehat. Selama acara berlangsung, para peserta kegiatan menyambut dengan antusias melalui interaksi tanya-jawab.Diharapkan melalui kegiatan ini, para kader kesehatan atau posyandu ini dapat menerapkan dan menyebarkan pengetahuan yang didapatkan pada masyarakat di tempat tinggalnya tentang pola tidur yang baik bukan sekedar istirahat tetapi tidur adalah waktu perawatan bagi otak dan tubuh. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berkolaborasi dengan Puskesmas Menteng Edukasi Masyarakat tentang Pikun dan Kesehatan Otak Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berkolaborasi dengan Puskesmas Menteng Edukasi Masyarakat tentang Pikun dan Kesehatan Otak

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)  berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Menteng dalam kegiatan Bincang Kesehatan Puskesmas Menteng (BIKMEN) yang mengangkat tema “Jangan Maklum dengan Pikun: Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya.”Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 ini menghadirkan dr. Asnelia Devicacresaria, Sp.N., Subsp. NGD(K), Dokter Spesialis Saraf Konsultan Neurobehaviour dan Neurogeriatrik RSPON Mahar Mardjono Jakarta, sebagai narasumber. Acara diikuti oleh masyarakat secara langsung di Aula Lantai 5 Puskesmas Menteng serta secara daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Live.Dalam pemaparannya, dr. Asnelia menjelaskan bahwa keluhan lupa pada usia lanjut tidak selalu merupakan bagian normal dari proses penuaan. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda yang patut diwaspadai karena dapat menjadi gejala awal gangguan fungsi kognitif atau demensia.Selain membahas perbedaan antara lupa biasa dan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai faktor risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini untuk menjaga kesehatan otak di usia lanjut. Dan dilanjutkan dengan senam bersama oleh peserta kegiatanKegiatan yang dimoderatori oleh dr. Fatin Aldilia dari Puskesmas Menteng ini berlangsung interaktif. Peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai masalah kesehatan yang sering dialami lansia, khususnya terkait daya ingat dan perubahan perilaku.Melalui kegiatan edukasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Puskesmas Menteng berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otak serta tidak menganggap semua keluhan pikun sebagai hal yang wajar. Dengan mengenali gejala sejak dini, penanganan yang tepat dapat diberikan sehingga kualitas hidup pasien dan keluarganya tetap terjaga.(a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course

🧠 Berita RSPON – Sebagai bentuk peningkatan kapasitas keilmuan dan keterampilan dalam bidang neurovaskular dan microneurosurgery, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course. Acara ini berlangsung pada 30 Mei - 4 Juni 2026 yang didukung oleh 22 fakultas terdiri dari 12 fakultas dari RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan 10 Narasumber Internasional yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Kolombia, Thailand, Mexico, Malaysia, Portugal, serta Hongkong.Rangkaian kegiatan dari acara ini meliputi Microvascular Anastomosis Hands-On Course, Cadaver Dissection Hands-On Course, dan Live Surgery Course yang berlangsung di Auditorium Lantai 16 Gedung B, RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) yang menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, menjadi ujung tombak bagi misi peningkatan kapasitas dan kemandirian layanan bedah saraf Indonesia sesuai dengan transformasi layanan kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2022. Sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Budi G. Sadikin), diharapkan ilmu dan keterampilan yang didapat melalui pelatihan ini nantinya dapat dirasakan layanannya oleh seluruh masyarakat di Indonesia.Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Bedah Saraf Indonesia (dr. Bair Ginting, Sp.BS., FINSS, FIS) menyampaikan melalui sambutannya bahwa stroke masih merupakan salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, penanganannya membutuhkan sistem yang terintegrasi, multidisiplin, dan pemenuhan kompetensi yang terus diperbarui. Dokter bedah saraf memiliki kontribusi strategis dalam penanganan stroke, khususnya dalam kasus-kasus neurovaskular yang membutuhkan intervensi operatif maupun tata laksana lanjutan yang cepat dan akurat. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan jaringan layanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas penanganan pasien stroke di Indonesia. Menurutnya, melalui kegiatan workshop yang akan berjalan selama 6 (enam) hari kedepan ini dapat mendukung penguatan kompetensi tersebut untuk memperkuat bidang neurovaskular baik dalam pendidikan, praktis klinis, maupun pengembangan layanan yang berorientasi pada keselamatan dan kualitas pelayanan pasien. Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (dr. Obrin Parulian, M.Kes) yang turut hadir melalui zoom meeting menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas acara 2nd Rokuya Tanikawa Live Microneurosurgery Course, dengan harapan ilmu dan keterampilan yang didapatkan melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. (mfy/humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua