Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

About Us Our Location
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video
“

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video
“

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)
“

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)
“

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia

🧠 Berita RSPON – Persentase penduduk lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) di Indonesia mencapai sekitar 11,93% hingga 12,36% dari total populasi, menandakan Indonesia telah resmi memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), salah satu jenis penyakit tidak menular dan kronis yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Hipertensi merupakan “Silent Killer” karena penyakit ini sering kali berkembang di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Beberapa alasan utama kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer, seperti sebagian besar orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari kondisi tersebut sampai melakukan pemeriksaan, hipertensi dapat merusak organ secara diam-diam, dan memicu komplikasi mematikan yang mendadak seperti stroke mendadak. Secara rata-rata keseluruhan populasi lansia diperkirakan sekitar 6% lansia di Indonesia hidup dengan diagnosis atau riwayat stroke. Sebanyak 85% diantaranya merupakan kasus Stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darah), sedangkan 15% sisanya adalah Stroke Hemoragik (perdarahan).Perawatan terhadap pasien stroke yang merupakan lansia memerlukan perhatian khusus karena perasaan para lansia yang lebih sensitif seperti mudah marah sering kali muncul dan sebagai caregiver, kita harus mengantisipasi dengan perawatan yang tepat.Guna mendukung pembentukan caregiver yang mampu memberikan perawatan pada lansia di rumah dan juga mampu membagikan edukasi pada masyarakat sekitar, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) bekerjasama dengan Puskesmas Cakung menyelenggarakan kegiatan pembinaan caregiver lansia yang dihadiri oleh para kader serta masyarakat yang merupakan caregiver lansia dari Kecamatan Cakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Cakung Timur (RPTRA Caktim Tersenyum).Dalam kegiatan pembinaan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu apt. July, M.Farm yang memberikan pemaparan materi tentang “Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat pada Lansia dengan Keterbatasan Gerak”, dan Endang Widiyaningsih, A.Md.O.T yang memberikan pemaparan materi tentang “Adaptasi Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak”.Diharapkan melalui pembinaan ini, para caregiver mampu menerapkan penggunaan obat yang aman dan tepat pada lansia dengan keterbatasan gerak melalui dagusibu obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar, tidak lupa juga untuk membantu para lansia untuk tetap aktif bergerak dengan adaptasi kegiatan sehari-hari seperti memakai pakaian sendiri dan menggunakan alat makan secara perlahan tetapi rutin dengan harapan lansia bisa mandiri dan berdaya. (mfy/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya
Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia Berita

Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia

RSPON- Merawat lansia bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan mereka tetap aktif, mandiri, dan memiliki kesehatan jiwa yang baik. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cakung bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), pada Rabu 14 Oktober di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Menteng Asri, Jakarta Timur.Kegiatan ini ditujukan bagi keluarga dan caregiver yang mendampingi lansia serta petugas pasukan putih, khususnya untuk lansia dengan keterbatasan gerak. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pendampingan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan lansia, baik dari aspek kesehatan jiwa maupun kemampuan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.Materi pertama disampaikan oleh dr. Adrian, Sp.KJ, mengenai “Menjaga Kesehatan Jiwa Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kondisi psikologis lansia, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan lingkungan yang nyaman agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki kualitas hidup yang baik.Selanjutnya, Zharif Muzani, S.Tr.Kes., menyampaikan materi “Tetap Aktif dan Mandiri: Latihan Gerak untuk Lansia serta Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Materi ini menekankan pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan lansia. Keluarga dan caregiver juga perlu memahami cara membantu lansia menjalani kegiatan sehari-hari secara aman, sekaligus memberikan kesempatan untuk tetap melakukan aktivitas yang masih mampu dikerjakan secara mandiri.Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman bahwa pendampingan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, caregiver juga berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan mendukung kemandirian lansia sesuai dengan kondisi masing-masing.Melalui kolaborasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta bersama Puskesmas Cakung mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perawatan lansia, terutama bagi keluarga yang sehari-hari mendampingi lansia dengan keterbatasan gerak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendampingan menjadi lebih tepat, aman, dan berkesinambungan.RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperkuat peran keluarga dan caregiver dalam mendukung kualitas hidup lansia. Dengan pendampingan yang tepat dan penuh perhatian, lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk aktif, mandiri, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan bermakna.(a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta x Puskesmas Cakung Menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia

🧠 Berita RSPON – Persentase penduduk lanjut usia (berusia 60 tahun ke atas) di Indonesia mencapai sekitar 11,93% hingga 12,36% dari total populasi, menandakan Indonesia telah resmi memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), salah satu jenis penyakit tidak menular dan kronis yang paling banyak diderita lansia di Indonesia adalah Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi). Hipertensi merupakan “Silent Killer” karena penyakit ini sering kali berkembang di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali. Beberapa alasan utama kenapa hipertensi disebut sebagai silent killer, seperti sebagian besar orang yang memiliki hipertensi tidak menyadari kondisi tersebut sampai melakukan pemeriksaan, hipertensi dapat merusak organ secara diam-diam, dan memicu komplikasi mematikan yang mendadak seperti stroke mendadak. Secara rata-rata keseluruhan populasi lansia diperkirakan sekitar 6% lansia di Indonesia hidup dengan diagnosis atau riwayat stroke. Sebanyak 85% diantaranya merupakan kasus Stroke Iskemik (penyumbatan pembuluh darah), sedangkan 15% sisanya adalah Stroke Hemoragik (perdarahan).Perawatan terhadap pasien stroke yang merupakan lansia memerlukan perhatian khusus karena perasaan para lansia yang lebih sensitif seperti mudah marah sering kali muncul dan sebagai caregiver, kita harus mengantisipasi dengan perawatan yang tepat.Guna mendukung pembentukan caregiver yang mampu memberikan perawatan pada lansia di rumah dan juga mampu membagikan edukasi pada masyarakat sekitar, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) bekerjasama dengan Puskesmas Cakung menyelenggarakan kegiatan pembinaan caregiver lansia yang dihadiri oleh para kader serta masyarakat yang merupakan caregiver lansia dari Kecamatan Cakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Cakung Timur (RPTRA Caktim Tersenyum).Dalam kegiatan pembinaan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu apt. July, M.Farm yang memberikan pemaparan materi tentang “Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat pada Lansia dengan Keterbatasan Gerak”, dan Endang Widiyaningsih, A.Md.O.T yang memberikan pemaparan materi tentang “Adaptasi Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak”.Diharapkan melalui pembinaan ini, para caregiver mampu menerapkan penggunaan obat yang aman dan tepat pada lansia dengan keterbatasan gerak melalui dagusibu obat yaitu dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar, tidak lupa juga untuk membantu para lansia untuk tetap aktif bergerak dengan adaptasi kegiatan sehari-hari seperti memakai pakaian sendiri dan menggunakan alat makan secara perlahan tetapi rutin dengan harapan lansia bisa mandiri dan berdaya. (mfy/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya
Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia Berita

Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia

RSPON- Merawat lansia bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan mereka tetap aktif, mandiri, dan memiliki kesehatan jiwa yang baik. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cakung bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), pada Rabu 14 Oktober di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Menteng Asri, Jakarta Timur.Kegiatan ini ditujukan bagi keluarga dan caregiver yang mendampingi lansia serta petugas pasukan putih, khususnya untuk lansia dengan keterbatasan gerak. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pendampingan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan lansia, baik dari aspek kesehatan jiwa maupun kemampuan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.Materi pertama disampaikan oleh dr. Adrian, Sp.KJ, mengenai “Menjaga Kesehatan Jiwa Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kondisi psikologis lansia, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan lingkungan yang nyaman agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki kualitas hidup yang baik.Selanjutnya, Zharif Muzani, S.Tr.Kes., menyampaikan materi “Tetap Aktif dan Mandiri: Latihan Gerak untuk Lansia serta Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Materi ini menekankan pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan lansia. Keluarga dan caregiver juga perlu memahami cara membantu lansia menjalani kegiatan sehari-hari secara aman, sekaligus memberikan kesempatan untuk tetap melakukan aktivitas yang masih mampu dikerjakan secara mandiri.Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman bahwa pendampingan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, caregiver juga berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan mendukung kemandirian lansia sesuai dengan kondisi masing-masing.Melalui kolaborasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta bersama Puskesmas Cakung mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perawatan lansia, terutama bagi keluarga yang sehari-hari mendampingi lansia dengan keterbatasan gerak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendampingan menjadi lebih tepat, aman, dan berkesinambungan.RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperkuat peran keluarga dan caregiver dalam mendukung kualitas hidup lansia. Dengan pendampingan yang tepat dan penuh perhatian, lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk aktif, mandiri, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan bermakna.(a.n-Humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua