RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Edukasi Kesehatan Otak Pada Lansia melalui Kolaborasi Bersama Puskesmas Cilandak
RSPON- Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan otak pada kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan DiBakar Cinta (Diskusi Bareng Pakar Cilandak Bertanya) yang mengangkat tema "Peningkatan Wawasan Mengenai Demensia, Osteoporosis, dan Pencegahannya", di Aula Lantai 4 Puskesmas Cilandak, Rabu 29 Juli 2026.Kegiatan yang mengusung tema "Lansia Sehat, Aktif, dan Berkualitas" ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan tulang agar tetap produktif serta mandiri di usia lanjut.Acara dipandu oleh dr. Savira Andjani selaku Penanggung Jawab Program Kesehatan Lansia Puskesmas Cilandak. Dalam sesi inspiratif, Anugrah Darmawan, S.Tr.Ftr., menyampaikan materi mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan otak lansia. Peserta juga diajak mengikuti senam otak bersama sebagai bentuk stimulasi untuk menjaga fungsi kognitif sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.Dalam kesempatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Rizka Ibonita, Sp.N., menyampaikan materi mengenai demensia, mulai dari pengenalan gejala awal, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat.Demensia merupakan sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meskipun risiko meningkat seiring bertambahnya usia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian faktor risikonya dapat dikendalikan melalui gaya hidup sehat.Dalam paparannya, dr. Rizka mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda-tanda awal demensia sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak melalui aktivitas fisik secara rutin, pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengendalikan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes, serta tetap aktif bersosialisasi dan melatih kemampuan berpikir.Selain edukasi mengenai demensia, peserta juga mendapatkan materi tentang pencegahan osteoporosis serta manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan lansia. Kegiatan semakin interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber.Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai topik dibahas, mulai dari cara membedakan lupa biasa dengan gejala demensia, langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia produktif, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam mendampingi lansia.Partisipasi RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional di bidang otak dan sistem persarafan untuk terus mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini sehingga dapat menurunkan risiko penyakit neurologis dan meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia.(a.n-Humas)
Selengkapnya








