Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

About Us Our Location
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video
“

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video
“

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)
“

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)
“

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya
Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia Berita

Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia

RSPON- Merawat lansia bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan mereka tetap aktif, mandiri, dan memiliki kesehatan jiwa yang baik. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cakung bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), pada Rabu 14 Oktober di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Menteng Asri, Jakarta Timur.Kegiatan ini ditujukan bagi keluarga dan caregiver yang mendampingi lansia serta petugas pasukan putih, khususnya untuk lansia dengan keterbatasan gerak. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pendampingan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan lansia, baik dari aspek kesehatan jiwa maupun kemampuan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.Materi pertama disampaikan oleh dr. Adrian, Sp.KJ, mengenai “Menjaga Kesehatan Jiwa Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kondisi psikologis lansia, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan lingkungan yang nyaman agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki kualitas hidup yang baik.Selanjutnya, Zharif Muzani, S.Tr.Kes., menyampaikan materi “Tetap Aktif dan Mandiri: Latihan Gerak untuk Lansia serta Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Materi ini menekankan pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan lansia. Keluarga dan caregiver juga perlu memahami cara membantu lansia menjalani kegiatan sehari-hari secara aman, sekaligus memberikan kesempatan untuk tetap melakukan aktivitas yang masih mampu dikerjakan secara mandiri.Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman bahwa pendampingan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, caregiver juga berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan mendukung kemandirian lansia sesuai dengan kondisi masing-masing.Melalui kolaborasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta bersama Puskesmas Cakung mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perawatan lansia, terutama bagi keluarga yang sehari-hari mendampingi lansia dengan keterbatasan gerak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendampingan menjadi lebih tepat, aman, dan berkesinambungan.RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperkuat peran keluarga dan caregiver dalam mendukung kualitas hidup lansia. Dengan pendampingan yang tepat dan penuh perhatian, lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk aktif, mandiri, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan bermakna.(a.n-Humas)

Selengkapnya
Perkuat Integrasi Rekam Medis Elektronik, RSPON Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembahasan Gap Analysis SIMRS Kemenkes Berita

Perkuat Integrasi Rekam Medis Elektronik, RSPON Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembahasan Gap Analysis SIMRS Kemenkes

RSPON- – Sebagai upaya memperkuat integrasi sistem informasi rumah sakit terus dilakukan di lingkungan Kementerian Kesehatan guna mendukung pengelolaan data dan rekam medis yang lebih terstandar serta selaras dengan kebutuhan pelayanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Review Lanjutan Gap Analysis Rekam Medis SIMRS Kemenkes pada 12–16 Oktober 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dengan Rumah Sakit Pusat Otak Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) sebagai tuan rumah.Kegiatan ini menjadi forum pembahasan lanjutan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan proses bisnis rekam medis di rumah sakit dan sistem yang dikembangkan dalam SIMRS Kemenkes. Pembahasan meliputi penyelarasan formulir kekhususan rumah sakit, integrasi formulir dengan SIMRS, standardisasi variabel, serta pemenuhan kebutuhan data dan metadata. Melalui pertemuan yang melibatkan perwakilan sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan ini, diharapkan kebutuhan layanan yang beragam dapat terakomodasi dalam pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di lingkungan rumah sakit Kementerian Kesehatan. Pembahasan diarahkan pada peninjauan kebutuhan rekam medis agar selaras dengan pengembangan sistem informasi rumah sakit, sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan yang memiliki karakteristik khusus dapat terakomodasi dalam sistem yang dikembangkan.Peserta yang menghadiri kegiatan merupukan perwakilan dari sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan, termasuk unsur pengelola pelayanan, instalasi rekam medis, proses bisnis, dan tim teknis teknologi informasi. Pertemuan lintas rumah sakit ini menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kebutuhan pelayanan dengan pengembangan sistem informasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.Selama rangkaian kegiatan, peserta melakukan pembahasan secara bertahap, mulai dari identifikasi formulir kekhususan pada masing-masing rumah sakit, penyelarasan kebutuhan formulir, hingga pembahasan integrasinya dengan SIMRS. Agenda dilanjutkan dengan standardisasi variabel serta finalisasi kebutuhan data dan metadata yang diperlukan untuk mendukung kesesuaian informasi dalam sistem. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebutuhan proses bisnis dan pencatatan rekam medis dengan struktur sistem informasi yang akan diterapkan.Selain pembahasan teknis, kegiatan juga mencakup peninjauan menyeluruh terhadap formulir kekhususan rumah sakit melalui sidang pleno. Tahapan ini menjadi ruang untuk menelaah hasil pembahasan, menyelaraskan kebutuhan antarrumah sakit, serta merumuskan rencana tindak lanjut penerapan rekam medis elektronik. Hasil pembahasan selanjutnya didokumentasikan sebagai bahan penyusunan laporan dan acuan bagi tahapan tindak lanjut.Melalui pembahasan lintas rumah sakit yang melibatkan unsur proses bisnis dan tim teknis, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan keselarasan kebutuhan rekam medis dengan pengembangan SIMRS Kemenkes. Dengan demikian, implementasi sistem dapat direncanakan secara lebih terarah, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pelayanan di masing-masing rumah sakit.Bagi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, pelaksanaan kegiatan ini di lingkungan rumah sakit menjadi bagian dari dukungan terhadap koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam penguatan sistem informasi. Integrasi dan standardisasi data rekam medis merupakan aspek penting dalam mendukung kesinambungan informasi serta pengelolaan pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur.Melalui pembahasan ini, diharapkan kebutuhan rekam medis di rumah sakit dapat terakomodasi dengan lebih baik dalam pengembangan SIMRS Kementerian Kesehatan, sehingga implementasinya dapat mendukung proses pelayanan yang efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan kepada pasien.(a.n-Humas

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Gelar Webinar Memperingati Pituitary Awareness Month

🧠Berita RSPON – Dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Pituitari (Pituitary Awareness Month), Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menggelar Webinar Pituitary Awareness Month secara daring via zoom meeting pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu dr. Novie Rahmawati Zirta, Sp.PD-KEMD, dr. Diorita Dyah Prayanti, Sp.N., Subsp. N.Onk(K), dr. Selfy Oswari, S.Si., Sp.BS, Subsp. N-Onk(K), dan dr. Raden Mohamad Krisna Wicaksono Barata, Sp.THT-KL, M.Kes. dengan moderator Lalita Ingerani S.Kep., Ners. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan komprehensif tumor pituitari.Tumor pituitari merupakan benjolan pada kelenjar master gland di dasar otak yang mengontrol keseimbangan hormon tubuh. Penekanan tumor pada saraf mata dapat memicu penyempitan lapang pandang hingga penglihatan ganda, sedangkan gangguan hormonal bisa menyebabkan prolaktin tinggi, akromegali, hingga Cushing's disease. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal fisik maupun visual menjadi kunci penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih berat.Saat ini, teknologi bedah telah berkembang pesat menggunakan teknik endoskopi transnasal yang minim invasif dengan mengakses tumor langsung melalui rongga hidung tanpa membuka jaringan otak dari atas. Prosedur modern ini membutuhkan kolaborasi antara tim bedah saraf dan spesialis THT demi menjaga fungsi pernapasan serta penciuman pasien.Melalui edukasi ini, para pakar berharap agar tingkat kesadaran masyarakat terhadap tumor pituitari semakin meningkat sehingga angka keterlambatan berobat dapat ditekan. Diharapkan masyarakat tidak lagi merasa takut atau bingung ketika mengalami keluhan awal, melainkan dapat lebih proaktif melakukan pemeriksaan screening kesehatan secara berkala. Dengan deteksi yang lebih awal, tersedianya akses penanganan medis multidisiplin yang merata di berbagai daerah. (S.A/humas)

Selengkapnya
Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke. Berita

Senam Stroke dan Edukasi Kesehatan: Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke.

🧠Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof.Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) rutin mengadakan senam stroke seminggu sekali, yang diikuti oleh Klub Stroke RSPON (KLEPON) dan keluarga pendamping. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Lantai 13 Gedung B. Senam stroke dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, dengan narasumber dr. Imtiaz Amrinusantara Surapaty, Sp.Ak yang memaparkan materi tentang "Peran Akupunktur Medik pada Pemulihan Fungsi Tubuh Pasca Stroke".Dalam pemaparannya, dr. Imtiaz menjelaskan bahwa akupunktur medik merupakan integrasi ilmu akupunktur ke dalam kedokteran modern yang berbasis neurosains dan evidence based medicine. Terapi ini bekerja mendukung pemulihan pasca stroke melalui beberapa mekanisme utama, seperti merangsang regenerasi saraf (neuroplastisitas), melancarkan aliran darah serebral di area jaringan otak yang terdampak, serta mencegah kematian sel saraf (anti apoptosis). Penggunaan akupunktur yang dikombinasikan dengan terapi medis standar terbukti aman serta efektif membantu pemulihan fungsi motorik, khususnya pada kasus kelemahan anggota gerak (hemiparesis).Selain penanganan profesional di rumah sakit, kegiatan ini juga memberikan pelatihan akupresur mandiri (self care) bagi para caregiver atau keluarga pendamping untuk membantu mengurangi kekakuan otot pasien di rumah. Teknik pemijatan dan penekanan lembut pada titik-titik akupunktur tertentu cukup dilakukan sebanyak 30 kali hitungan per titik dan dapat diulang beberapa kali sehari.Melalui kegiatan ini, diharapkan para pasien stroke dan keluarga pendamping dapat lebih memahami pentingnya penanganan holistik dalam proses pemulihan pasca stroke. (SA/Humas)

Selengkapnya
Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia Berita

Bukan Sekadar Merawat, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Caregiver dan Pasukan Putih untuk Dukung Kualitas Hidup Lansia

RSPON- Merawat lansia bukan hanya tentang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan mereka tetap aktif, mandiri, dan memiliki kesehatan jiwa yang baik. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Pembinaan Caregiver Lansia yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cakung bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), pada Rabu 14 Oktober di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Menteng Asri, Jakarta Timur.Kegiatan ini ditujukan bagi keluarga dan caregiver yang mendampingi lansia serta petugas pasukan putih, khususnya untuk lansia dengan keterbatasan gerak. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pendampingan yang tepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan lansia, baik dari aspek kesehatan jiwa maupun kemampuan fisik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.Materi pertama disampaikan oleh dr. Adrian, Sp.KJ, mengenai “Menjaga Kesehatan Jiwa Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Dalam sesi ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kondisi psikologis lansia, memberikan dukungan emosional, serta menciptakan lingkungan yang nyaman agar lansia tetap merasa dihargai dan memiliki kualitas hidup yang baik.Selanjutnya, Zharif Muzani, S.Tr.Kes., menyampaikan materi “Tetap Aktif dan Mandiri: Latihan Gerak untuk Lansia serta Aktivitas Sehari-hari bagi Lansia dengan Keterbatasan Gerak.” Materi ini menekankan pentingnya aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan lansia. Keluarga dan caregiver juga perlu memahami cara membantu lansia menjalani kegiatan sehari-hari secara aman, sekaligus memberikan kesempatan untuk tetap melakukan aktivitas yang masih mampu dikerjakan secara mandiri.Kedua materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan pemahaman bahwa pendampingan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan fisik, caregiver juga berperan dalam menjaga kesejahteraan psikologis dan mendukung kemandirian lansia sesuai dengan kondisi masing-masing.Melalui kolaborasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta bersama Puskesmas Cakung mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perawatan lansia, terutama bagi keluarga yang sehari-hari mendampingi lansia dengan keterbatasan gerak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendampingan menjadi lebih tepat, aman, dan berkesinambungan.RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperkuat peran keluarga dan caregiver dalam mendukung kualitas hidup lansia. Dengan pendampingan yang tepat dan penuh perhatian, lansia diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk aktif, mandiri, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan bermakna.(a.n-Humas)

Selengkapnya
Perkuat Integrasi Rekam Medis Elektronik, RSPON Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembahasan Gap Analysis SIMRS Kemenkes Berita

Perkuat Integrasi Rekam Medis Elektronik, RSPON Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembahasan Gap Analysis SIMRS Kemenkes

RSPON- – Sebagai upaya memperkuat integrasi sistem informasi rumah sakit terus dilakukan di lingkungan Kementerian Kesehatan guna mendukung pengelolaan data dan rekam medis yang lebih terstandar serta selaras dengan kebutuhan pelayanan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Review Lanjutan Gap Analysis Rekam Medis SIMRS Kemenkes pada 12–16 Oktober 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan dengan Rumah Sakit Pusat Otak Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) sebagai tuan rumah.Kegiatan ini menjadi forum pembahasan lanjutan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan proses bisnis rekam medis di rumah sakit dan sistem yang dikembangkan dalam SIMRS Kemenkes. Pembahasan meliputi penyelarasan formulir kekhususan rumah sakit, integrasi formulir dengan SIMRS, standardisasi variabel, serta pemenuhan kebutuhan data dan metadata. Melalui pertemuan yang melibatkan perwakilan sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan ini, diharapkan kebutuhan layanan yang beragam dapat terakomodasi dalam pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di lingkungan rumah sakit Kementerian Kesehatan. Pembahasan diarahkan pada peninjauan kebutuhan rekam medis agar selaras dengan pengembangan sistem informasi rumah sakit, sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan yang memiliki karakteristik khusus dapat terakomodasi dalam sistem yang dikembangkan.Peserta yang menghadiri kegiatan merupukan perwakilan dari sejumlah rumah sakit Kementerian Kesehatan, termasuk unsur pengelola pelayanan, instalasi rekam medis, proses bisnis, dan tim teknis teknologi informasi. Pertemuan lintas rumah sakit ini menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan kebutuhan pelayanan dengan pengembangan sistem informasi, dengan tetap memperhatikan karakteristik masing-masing rumah sakit.Selama rangkaian kegiatan, peserta melakukan pembahasan secara bertahap, mulai dari identifikasi formulir kekhususan pada masing-masing rumah sakit, penyelarasan kebutuhan formulir, hingga pembahasan integrasinya dengan SIMRS. Agenda dilanjutkan dengan standardisasi variabel serta finalisasi kebutuhan data dan metadata yang diperlukan untuk mendukung kesesuaian informasi dalam sistem. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kebutuhan proses bisnis dan pencatatan rekam medis dengan struktur sistem informasi yang akan diterapkan.Selain pembahasan teknis, kegiatan juga mencakup peninjauan menyeluruh terhadap formulir kekhususan rumah sakit melalui sidang pleno. Tahapan ini menjadi ruang untuk menelaah hasil pembahasan, menyelaraskan kebutuhan antarrumah sakit, serta merumuskan rencana tindak lanjut penerapan rekam medis elektronik. Hasil pembahasan selanjutnya didokumentasikan sebagai bahan penyusunan laporan dan acuan bagi tahapan tindak lanjut.Melalui pembahasan lintas rumah sakit yang melibatkan unsur proses bisnis dan tim teknis, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan keselarasan kebutuhan rekam medis dengan pengembangan SIMRS Kemenkes. Dengan demikian, implementasi sistem dapat direncanakan secara lebih terarah, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik pelayanan di masing-masing rumah sakit.Bagi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, pelaksanaan kegiatan ini di lingkungan rumah sakit menjadi bagian dari dukungan terhadap koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan dalam penguatan sistem informasi. Integrasi dan standardisasi data rekam medis merupakan aspek penting dalam mendukung kesinambungan informasi serta pengelolaan pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur.Melalui pembahasan ini, diharapkan kebutuhan rekam medis di rumah sakit dapat terakomodasi dengan lebih baik dalam pengembangan SIMRS Kementerian Kesehatan, sehingga implementasinya dapat mendukung proses pelayanan yang efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan kepada pasien.(a.n-Humas

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua