Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

About Us Our Location
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Edukasi Kesehatan Otak Pada Lansia melalui Kolaborasi Bersama Puskesmas Cilandak Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Edukasi Kesehatan Otak Pada Lansia melalui Kolaborasi Bersama Puskesmas Cilandak

RSPON- Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)   terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan otak pada kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan DiBakar Cinta (Diskusi Bareng Pakar Cilandak Bertanya) yang mengangkat tema "Peningkatan Wawasan Mengenai Demensia, Osteoporosis, dan Pencegahannya", di Aula Lantai 4 Puskesmas Cilandak, Rabu 29 Juli 2026.Kegiatan yang mengusung tema "Lansia Sehat, Aktif, dan Berkualitas" ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan tulang agar tetap produktif serta mandiri di usia lanjut.Acara dipandu oleh dr. Savira Andjani selaku Penanggung Jawab Program Kesehatan Lansia Puskesmas Cilandak. Dalam sesi inspiratif, Anugrah Darmawan, S.Tr.Ftr., menyampaikan materi mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan otak lansia. Peserta juga diajak mengikuti senam otak bersama sebagai bentuk stimulasi untuk menjaga fungsi kognitif sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.Dalam kesempatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Rizka Ibonita, Sp.N., menyampaikan materi mengenai demensia, mulai dari pengenalan gejala awal, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat.Demensia merupakan sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meskipun risiko meningkat seiring bertambahnya usia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian faktor risikonya dapat dikendalikan melalui gaya hidup sehat.Dalam paparannya, dr. Rizka mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda-tanda awal demensia sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak melalui aktivitas fisik secara rutin, pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengendalikan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes, serta tetap aktif bersosialisasi dan melatih kemampuan berpikir.Selain edukasi mengenai demensia, peserta juga mendapatkan materi tentang pencegahan osteoporosis serta manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan lansia. Kegiatan semakin interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber.Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai topik dibahas, mulai dari cara membedakan lupa biasa dengan gejala demensia, langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia produktif, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam mendampingi lansia.Partisipasi RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional di bidang otak dan sistem persarafan untuk terus mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini sehingga dapat menurunkan risiko penyakit neurologis dan meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia.(a.n-Humas)

Selengkapnya
Perkuat Layanan Neurointervensi, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Perawat Rumah Sakit Melalui Pelatihan Neurointervensi Angkatan III Berita

Perkuat Layanan Neurointervensi, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Perawat Rumah Sakit Melalui Pelatihan Neurointervensi Angkatan III

RSPON-  Peningkatan kualitas pelayanan neurointervensi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat di dalamnya. Untuk mendukung hal tersebut, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar Pelatihan Keperawatan Neurointervensi bagi Perawat di Rumah Sakit Angkatan III yang berlangsung pada 27 Juli hingga 24 Agustus 2026.Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya menyiapkan perawat yang memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan keperawatan neurointervensi secara komprehensif di ruang catheterization laboratory (cathlab). Dengan meningkatnya kebutuhan layanan neurointervensi di berbagai daerah, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan.Selama satu bulan, peserta akan mempelajari berbagai aspek pelayanan keperawatan neurointervensi, mulai dari asuhan keperawatan pasien dengan subarachnoid hemorrhage, persiapan pasien sebelum tindakan, penggunaan alat kesehatan di ruang cathlab, hingga pendampingan selama prosedur neurointervensi. Materi juga mencakup tatalaksana hemostasis, pemantauan hemodinamik, pemberian farmakoterapi, pencatatan dan pelaporan, serta asuhan keperawatan setelah tindakan neurointervensi.Pelatihan diikuti oleh perawat yang telah memenuhi persyaratan, antara lain berpendidikan minimal Diploma III Keperawatan, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), telah mengikuti pelatihan Basic Nursing Life Support (BNLS), serta diutamakan memiliki pengalaman bekerja di ruang cathlab atau akan ditugaskan menangani pasien neurointervensi di rumah sakit asal.Sebanyak 15 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari Siloam Hospital Bali, Sentra Medika Hospital Cisalak, RS Awal Bros Panam, RSUD Bangil, RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara, RSUP Nusantara IKN, RSUD Kota Mataram, RSUD Dr. Rubini Mempawah, RSUD Abdul Wahab Sjahranie, RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dan RSUD Karsa Husada Batu.Melalui pelatihan ini, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang otak dan persarafan dalam mengembangkan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia. Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di tempat tugas masing-masing sehingga pelayanan neurointervensi dapat semakin merata, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan pasien. (a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III Edukasi Mahasiswa Kenali Migrain Sejak Dini Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III Edukasi Mahasiswa Kenali Migrain Sejak Dini

RSPON-  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta berkolaborasi dengan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III dalam menghadirkan edukasi kesehatan bertema "Yuk! Kenali Migrain: Cara Mengurangi Serangan dan Tetap Fokus Belajar!". Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa serta masyarakat mengenai migrain sebagai salah satu gangguan neurologis yang sering kali dianggap sebagai sakit kepala biasa.Menghadirkan dr. Andre Dharmawan Wijono, Sp.N, dokter spesialis neurologi RSPON, program ini membahas secara komprehensif mengenai migrain, mulai dari gejala, faktor pencetus, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Edukasi ini menjadi penting mengingat migrain banyak dialami oleh kelompok usia produktif, termasuk mahasiswa, yang memiliki aktivitas akademik dan organisasi yang padat.Dalam sesi diskusi, dr. Andre menjelaskan bahwa migrain tidak hanya menimbulkan nyeri kepala berdenyut, tetapi juga dapat disertai mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas belajar, bahkan memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.Selain mengenali gejala, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai upaya mengurangi risiko serangan migrain. Pola tidur yang cukup, manajemen stres, konsumsi makanan bergizi, serta menghindari faktor pencetus menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Program yang dipandu oleh Andi Sari Bunga Untung, SKM., MSc dan Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes., QGIA, FCHMC ini berlangsung secara interaktif sehingga memberikan kesempatan bagi pendengar, khususnya mahasiswa, untuk memperoleh informasi kesehatan yang mudah dipahami dari tenaga medis yang kompeten.Melalui kolaborasi dengan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III, RSPON terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada kalangan mahasiswa dan masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen RSPON dalam meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait penyakit otak dan saraf, agar semakin banyak masyarakat mampu mengenali gejala sejak dini dan memperoleh penanganan yang tepat. (A.n-humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Integritas dan Profesionalisme Dokter Spesialis Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Integritas dan Profesionalisme Dokter Spesialis

RSPON-  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)  menggelar kegiatan Penguatan Integritas, Loyalitas, Tanggung Jawab, dan Disiplin Pegawai bagi dokter spesialis pada Kamis (23/7) di Ruang auditorium lantai 16 Gedung B RSPON Mahar Mardjono Jakarta . Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperkuat budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.Dalam paparannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian (Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp. S(K)) menyampaikan bahwa dokter spesialis memiliki peran penting sebagai teladan di lingkungan RSPON Mahar Mardjono Jakarta. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis yang berkualitas, dokter spesialis juga berkontribusi dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset sebagai tiga pilar utama yang menjadi kekuatan RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp. S(K) menekankan bahwa setiap dokter perlu menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi dalam menjalankan tugas. Hal tersebut diwujudkan dengan mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis, memberikan pelayanan yang disertai empati, menjaga integritas dan kejujuran dalam pengambilan keputusan, serta menunjukkan loyalitas dan dedikasi terhadap rumah sakit.Selain itu, profesionalisme juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari. Dokter spesialis diharapkan memiliki komitmen yang tinggi, disiplin dalam menjalankan jadwal pelayanan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP), serta mampu membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh tenaga kesehatan demi memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang kesehatan otak dan saraf, RSPON juga terus mendorong penerapan prinsip-prinsip etika yang sejalan dengan standar internasional, termasuk menjaga akuntabilitas, menghindari konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan medis, menghormati privasi pasien, serta terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan kedokteran berkelanjutan dan praktik berbasis bukti (evidence-based medicine).Melalui kegiatan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap seluruh dokter spesialis semakin memperkuat komitmen dalam menerapkan integritas, loyalitas, tanggung jawab, dan disiplin sebagai bagian dari budaya kerja. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berpusat pada pasien. (a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Edukasi Kesehatan Otak Pada Lansia melalui Kolaborasi Bersama Puskesmas Cilandak Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Edukasi Kesehatan Otak Pada Lansia melalui Kolaborasi Bersama Puskesmas Cilandak

RSPON- Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)   terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan otak pada kelompok lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan DiBakar Cinta (Diskusi Bareng Pakar Cilandak Bertanya) yang mengangkat tema "Peningkatan Wawasan Mengenai Demensia, Osteoporosis, dan Pencegahannya", di Aula Lantai 4 Puskesmas Cilandak, Rabu 29 Juli 2026.Kegiatan yang mengusung tema "Lansia Sehat, Aktif, dan Berkualitas" ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan tulang agar tetap produktif serta mandiri di usia lanjut.Acara dipandu oleh dr. Savira Andjani selaku Penanggung Jawab Program Kesehatan Lansia Puskesmas Cilandak. Dalam sesi inspiratif, Anugrah Darmawan, S.Tr.Ftr., menyampaikan materi mengenai pentingnya aktivitas fisik sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan otak lansia. Peserta juga diajak mengikuti senam otak bersama sebagai bentuk stimulasi untuk menjaga fungsi kognitif sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh.Dalam kesempatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Rizka Ibonita, Sp.N., menyampaikan materi mengenai demensia, mulai dari pengenalan gejala awal, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat.Demensia merupakan sindrom yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, seperti daya ingat, kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meskipun risiko meningkat seiring bertambahnya usia, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian faktor risikonya dapat dikendalikan melalui gaya hidup sehat.Dalam paparannya, dr. Rizka mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda-tanda awal demensia sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan otak melalui aktivitas fisik secara rutin, pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, mengendalikan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes, serta tetap aktif bersosialisasi dan melatih kemampuan berpikir.Selain edukasi mengenai demensia, peserta juga mendapatkan materi tentang pencegahan osteoporosis serta manfaat aktivitas fisik bagi kesehatan lansia. Kegiatan semakin interaktif dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkonsultasi langsung dengan para narasumber.Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai topik dibahas, mulai dari cara membedakan lupa biasa dengan gejala demensia, langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia produktif, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam mendampingi lansia.Partisipasi RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit sebagai pusat rujukan nasional di bidang otak dan sistem persarafan untuk terus mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini sehingga dapat menurunkan risiko penyakit neurologis dan meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia.(a.n-Humas)

Selengkapnya
Perkuat Layanan Neurointervensi, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Perawat Rumah Sakit Melalui Pelatihan Neurointervensi Angkatan III Berita

Perkuat Layanan Neurointervensi, RSPON Mahar Mardjono Jakarta Bekali Perawat Rumah Sakit Melalui Pelatihan Neurointervensi Angkatan III

RSPON-  Peningkatan kualitas pelayanan neurointervensi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat di dalamnya. Untuk mendukung hal tersebut, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar Pelatihan Keperawatan Neurointervensi bagi Perawat di Rumah Sakit Angkatan III yang berlangsung pada 27 Juli hingga 24 Agustus 2026.Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya menyiapkan perawat yang memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan keperawatan neurointervensi secara komprehensif di ruang catheterization laboratory (cathlab). Dengan meningkatnya kebutuhan layanan neurointervensi di berbagai daerah, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan.Selama satu bulan, peserta akan mempelajari berbagai aspek pelayanan keperawatan neurointervensi, mulai dari asuhan keperawatan pasien dengan subarachnoid hemorrhage, persiapan pasien sebelum tindakan, penggunaan alat kesehatan di ruang cathlab, hingga pendampingan selama prosedur neurointervensi. Materi juga mencakup tatalaksana hemostasis, pemantauan hemodinamik, pemberian farmakoterapi, pencatatan dan pelaporan, serta asuhan keperawatan setelah tindakan neurointervensi.Pelatihan diikuti oleh perawat yang telah memenuhi persyaratan, antara lain berpendidikan minimal Diploma III Keperawatan, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), telah mengikuti pelatihan Basic Nursing Life Support (BNLS), serta diutamakan memiliki pengalaman bekerja di ruang cathlab atau akan ditugaskan menangani pasien neurointervensi di rumah sakit asal.Sebanyak 15 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari Siloam Hospital Bali, Sentra Medika Hospital Cisalak, RS Awal Bros Panam, RSUD Bangil, RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara, RSUP Nusantara IKN, RSUD Kota Mataram, RSUD Dr. Rubini Mempawah, RSUD Abdul Wahab Sjahranie, RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dan RSUD Karsa Husada Batu.Melalui pelatihan ini, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang otak dan persarafan dalam mengembangkan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia. Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di tempat tugas masing-masing sehingga pelayanan neurointervensi dapat semakin merata, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan pasien. (a.n-Humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III Edukasi Mahasiswa Kenali Migrain Sejak Dini Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III Edukasi Mahasiswa Kenali Migrain Sejak Dini

RSPON-  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta berkolaborasi dengan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III dalam menghadirkan edukasi kesehatan bertema "Yuk! Kenali Migrain: Cara Mengurangi Serangan dan Tetap Fokus Belajar!". Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa serta masyarakat mengenai migrain sebagai salah satu gangguan neurologis yang sering kali dianggap sebagai sakit kepala biasa.Menghadirkan dr. Andre Dharmawan Wijono, Sp.N, dokter spesialis neurologi RSPON, program ini membahas secara komprehensif mengenai migrain, mulai dari gejala, faktor pencetus, hingga langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Edukasi ini menjadi penting mengingat migrain banyak dialami oleh kelompok usia produktif, termasuk mahasiswa, yang memiliki aktivitas akademik dan organisasi yang padat.Dalam sesi diskusi, dr. Andre menjelaskan bahwa migrain tidak hanya menimbulkan nyeri kepala berdenyut, tetapi juga dapat disertai mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas belajar, bahkan memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.Selain mengenali gejala, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai upaya mengurangi risiko serangan migrain. Pola tidur yang cukup, manajemen stres, konsumsi makanan bergizi, serta menghindari faktor pencetus menjadi langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Program yang dipandu oleh Andi Sari Bunga Untung, SKM., MSc dan Dr. Drs. Nana Mulyana, M.Kes., QGIA, FCHMC ini berlangsung secara interaktif sehingga memberikan kesempatan bagi pendengar, khususnya mahasiswa, untuk memperoleh informasi kesehatan yang mudah dipahami dari tenaga medis yang kompeten.Melalui kolaborasi dengan Radio Poltekkes Kemenkes Jakarta III, RSPON terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada kalangan mahasiswa dan masyarakat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen RSPON dalam meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait penyakit otak dan saraf, agar semakin banyak masyarakat mampu mengenali gejala sejak dini dan memperoleh penanganan yang tepat. (A.n-humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Integritas dan Profesionalisme Dokter Spesialis Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Perkuat Integritas dan Profesionalisme Dokter Spesialis

RSPON-  Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta)  menggelar kegiatan Penguatan Integritas, Loyalitas, Tanggung Jawab, dan Disiplin Pegawai bagi dokter spesialis pada Kamis (23/7) di Ruang auditorium lantai 16 Gedung B RSPON Mahar Mardjono Jakarta . Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperkuat budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan.Dalam paparannya, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian (Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp. S(K)) menyampaikan bahwa dokter spesialis memiliki peran penting sebagai teladan di lingkungan RSPON Mahar Mardjono Jakarta. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis yang berkualitas, dokter spesialis juga berkontribusi dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset sebagai tiga pilar utama yang menjadi kekuatan RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp. S(K) menekankan bahwa setiap dokter perlu menjunjung tinggi nilai-nilai etika profesi dalam menjalankan tugas. Hal tersebut diwujudkan dengan mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap tindakan medis, memberikan pelayanan yang disertai empati, menjaga integritas dan kejujuran dalam pengambilan keputusan, serta menunjukkan loyalitas dan dedikasi terhadap rumah sakit.Selain itu, profesionalisme juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari. Dokter spesialis diharapkan memiliki komitmen yang tinggi, disiplin dalam menjalankan jadwal pelayanan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP), serta mampu membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh tenaga kesehatan demi memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang kesehatan otak dan saraf, RSPON juga terus mendorong penerapan prinsip-prinsip etika yang sejalan dengan standar internasional, termasuk menjaga akuntabilitas, menghindari konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan medis, menghormati privasi pasien, serta terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan kedokteran berkelanjutan dan praktik berbasis bukti (evidence-based medicine).Melalui kegiatan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta berharap seluruh dokter spesialis semakin memperkuat komitmen dalam menerapkan integritas, loyalitas, tanggung jawab, dan disiplin sebagai bagian dari budaya kerja. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berpusat pada pasien. (a.n-Humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua