Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

Tentang Kami Kunjungi Kami
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
Penandatanganan MoU RSPON Mahar Mardjono Jakarta dengan Monash University Berita

Penandatanganan MoU RSPON Mahar Mardjono Jakarta dengan Monash University

Berita RSPON – Guna memperkuat kerjasama antara Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) dan Monash University dalam bidang penelitian, akademik, dan pengembangan profesional di bidang kesehatan otak dan perawatan kognitif, dilaksanakan Penandatanganan MOU yang berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026 di Ruang Rapat Struktural Gedung C. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) beserta jajaran direksi dan Unit Penelitian Klinis (Clinical Research Unit) yang menyambut kehadiran para delegasi dari Monash University yang dipimpin oleh Prof. Matthew Nicholson selaku President and Pro Vice-Chancellor Monash University Indonesia.Penandatanganan kerjasama antara RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Monash University ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring kolaborasi akademik dan penelitian internasional yang berkelanjutan di bidang kesehatan otak dan perawatan kognitif. (mfy/humas)

Selengkapnya
Kunjungan Universitas Strada di RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berita

Kunjungan Universitas Strada di RSPON Mahar Mardjono Jakarta

Berita RSPON – Dalam pembentukan perawat yang memiliki kompetensi tingkat lanjut dalam pengembangan ilmu, praktik berbasis bukti (evidence-based practice), penelitian, kepemimpinan, dan manajemen pelayanan keperawatan, salah satu agenda program akademik Universitas Strada Indonesia adalah disertakannya mahasiswa dalam kegiatan orientasi program dan kunjungan lapangan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta). Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 di Ruang Auditorium Lantai 16 Gedung A yang dihadiri oleh 45 (empatpuluh lima) peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana S2 dan S3.Topik yang diangkat dalam orientasi program tersebut adalah Manajemen dan Kebijakan, serta peran RSPON Mahar Mardjono Jakarta sebagai Center of Excellence Neurosains di Indonesia. Sebagai salah satu pemateri dari topik tersebut, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS (Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menyampaikan bahwa perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting, tidak hanya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat juga berperan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif, serta menjadi penghubung antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan.Diharapkan melalui kegiatan ini, memberikan kesempatan pada mahasiswa Universitas Strada Indonesia untuk memahami sistem pelayanan kesehatan di RSPON Mahar Mardjono Jakarta, mengenal budaya kerja profesional serta memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu di fasilitas pelayanan kesehatan. (mfy/humas)

Selengkapnya
Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan” Berita

Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan”

Berita RSPON – Epilepsi merupakan gangguan saraf yang ditandai dengan terjadinya kejang berulang, setidaknya terjadi dua kali kejang tanpa provokasi (refleks) dalam 24 jam. Epilepsi bukan penyakit menular, bukan gangguan jiwa, dan bukan kutukan. Di dunia ini sekitar 50 juta orang hidup dengan epilepsi, dan anak-anak termasuk ke dalam kelompok dengan angka tertinggi.Edukasi tentang Epilepsi pada anak ini dibahas lebih mendalam pada Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan” yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) pada Selasa, 23 Juni 2026 melalui zoom meeting bersama Komunitas Epilepsi Indonesia dan Yayasan Bhakti Suara Kesembuhan.Dalam edukasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu dr. Roy Amardiyanto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), yang membahas “Epilepsi pada Anak: Dari Ketakutan Menuju Harapan - Panduan Lengkap untuk Orang Tua” dan apt. Dita Rosyita Dewi, S.Farm., yang membahas “Penggunaan Obat Epilepsi pada Anak”. Melalui sesi pemaparan materi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam ini, antusiasme dari para peserta sangat tinggi dan positif. Interaksi juga dibangun dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman seputar perawatan epilepsi pada anak.Perjalanan epilepsi memiliki kabar baik, ditemukan banyak sindrom epilepsi anak bersifat ‘self-limited’ yang artinya hilang sendiri saat anak memasuki masa pubertas. Sekitar 7 dari 10 anak bisa bebas kejang dengan obat, sebagian dapat berhenti obat setelah 2 sampai 3 tahun bebas kejang. Hal yang perlu dipantau adalah epilepsi sulit dikontrol perlu evaluasi lanjutan, tumbuh kembang, belajar dan perilaku perlu dipantau berkala. Prognosis tergantung penyebab dan jenis sindrom epilepsi.Diharapkan melalui webinar epilepsi ini, para peserta yang hadir lebih memahami apa itu epilepsi, bagaimana melakukan pertolongan pertama pada saat kejang, serta turut memperhatikan tumbuh dan kembang pada anak. Anak dengan epilepsi tetap bisa bermain, berteman, bersekolah, dan meraih cita-citanya. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON  Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjadi lokasi penyelenggaraan hari pertama Active Ageing Summit 2026, rangkaian Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bidang kesehatan. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, hingga komunitas lansia untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.Acara diawali dengan penampilan angklung dari kelompok lansia RSUD Tugu Koja yang menunjukkan semangat produktif dan aktif di usia lanjut bersama dengan Wakil Menteri Kesehatan RI II (dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR),  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (dr. Maria Endang Sumiwi, MPH), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (dr. Imran Pambudi, MPHM) dan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS). Acara dilanjukan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas  dilanjutkan dengan keynote speech dari Wakil Menteri  Kesehatan RI II. Pembahasan utama pada hari pertama berfokus pada kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi yang akan bertransformasi menjadi masyarakat menua pada tahun 2045. Dalam sesi keynote, para narasumber menyoroti pentingnya pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan lansia secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.Diskusi kemudian berlanjut pada isu penguatan sistem layanan kesehatan bagi lansia. Para pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah membahas pentingnya pelayanan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan primer, rumah sakit, dan layanan berbasis komunitas untuk memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai care economy lansia. Diskusi ini mengulas potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan, rehabilitasi, pendampingan, hingga hunian ramah lansia. Para pembicara menilai bahwa sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia.Pada sesi siang, pembahasan difokuskan pada kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia. Para narasumber menekankan pentingnya desain pelayanan yang berpusat pada pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan yang mampu mendukung pelayanan geriatri secara optimal.Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu topik utama dalam summit ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perawatan lansia dinilai memiliki potensi untuk mendukung pemantauan kesehatan secara lebih personal dan membantu deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang sering dialami kelompok usia lanjut.Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan berbagai masalah geriatri yang semakin menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Para narasumber menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia, termasuk demensia dan Alzheimer, yang memerlukan penanganan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, tata laksana, hingga dukungan bagi keluarga dan caregiver. Dalam sesi ini, perwakilan RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berbagi pandangan mengenai pentingnya penguatan layanan kesehatan otak dan saraf bagi lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.Menjelang penutupan kegiatan, para peserta mengikuti diskusi mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung strategi nasional lanjut usia. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menyampaikan pandangan serta komitmen masing-masing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lansia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua, sekaligus memastikan lansia tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi aktif di masyarakat.Sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang neurologi dan kesehatan otak, RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berkontribusi dalam diskusi terkait perkembangan masalah geriatri di Indonesia, khususnya peningkatan kasus demensia dan Alzheimer. Dalam sesi tersebut, para ahli menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan otak bagi lansia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengembangan layanan geriatri yang lebih komprehensif.Melalui Active Ageing Summit 2026, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga aset bangsa yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. (a.n-Humas)

Selengkapnya
Penandatanganan MoU RSPON Mahar Mardjono Jakarta dengan Monash University Berita

Penandatanganan MoU RSPON Mahar Mardjono Jakarta dengan Monash University

Berita RSPON – Guna memperkuat kerjasama antara Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) dan Monash University dalam bidang penelitian, akademik, dan pengembangan profesional di bidang kesehatan otak dan perawatan kognitif, dilaksanakan Penandatanganan MOU yang berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026 di Ruang Rapat Struktural Gedung C. Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) beserta jajaran direksi dan Unit Penelitian Klinis (Clinical Research Unit) yang menyambut kehadiran para delegasi dari Monash University yang dipimpin oleh Prof. Matthew Nicholson selaku President and Pro Vice-Chancellor Monash University Indonesia.Penandatanganan kerjasama antara RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan Monash University ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring kolaborasi akademik dan penelitian internasional yang berkelanjutan di bidang kesehatan otak dan perawatan kognitif. (mfy/humas)

Selengkapnya
Kunjungan Universitas Strada di RSPON Mahar Mardjono Jakarta Berita

Kunjungan Universitas Strada di RSPON Mahar Mardjono Jakarta

Berita RSPON – Dalam pembentukan perawat yang memiliki kompetensi tingkat lanjut dalam pengembangan ilmu, praktik berbasis bukti (evidence-based practice), penelitian, kepemimpinan, dan manajemen pelayanan keperawatan, salah satu agenda program akademik Universitas Strada Indonesia adalah disertakannya mahasiswa dalam kegiatan orientasi program dan kunjungan lapangan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta). Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 di Ruang Auditorium Lantai 16 Gedung A yang dihadiri oleh 45 (empatpuluh lima) peserta yang terdiri dari mahasiswa pascasarjana S2 dan S3.Topik yang diangkat dalam orientasi program tersebut adalah Manajemen dan Kebijakan, serta peran RSPON Mahar Mardjono Jakarta sebagai Center of Excellence Neurosains di Indonesia. Sebagai salah satu pemateri dari topik tersebut, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS (Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menyampaikan bahwa perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting, tidak hanya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, perawat juga berperan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif, serta menjadi penghubung antara pasien, keluarga, dan tim kesehatan.Diharapkan melalui kegiatan ini, memberikan kesempatan pada mahasiswa Universitas Strada Indonesia untuk memahami sistem pelayanan kesehatan di RSPON Mahar Mardjono Jakarta, mengenal budaya kerja profesional serta memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu di fasilitas pelayanan kesehatan. (mfy/humas)

Selengkapnya
Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan” Berita

Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan”

Berita RSPON – Epilepsi merupakan gangguan saraf yang ditandai dengan terjadinya kejang berulang, setidaknya terjadi dua kali kejang tanpa provokasi (refleks) dalam 24 jam. Epilepsi bukan penyakit menular, bukan gangguan jiwa, dan bukan kutukan. Di dunia ini sekitar 50 juta orang hidup dengan epilepsi, dan anak-anak termasuk ke dalam kelompok dengan angka tertinggi.Edukasi tentang Epilepsi pada anak ini dibahas lebih mendalam pada Webinar Epilepsi pada Anak: “Dari Ketakutan Menuju Harapan” yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) pada Selasa, 23 Juni 2026 melalui zoom meeting bersama Komunitas Epilepsi Indonesia dan Yayasan Bhakti Suara Kesembuhan.Dalam edukasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yaitu dr. Roy Amardiyanto, Sp.A, Subsp.Neuro(K), yang membahas “Epilepsi pada Anak: Dari Ketakutan Menuju Harapan - Panduan Lengkap untuk Orang Tua” dan apt. Dita Rosyita Dewi, S.Farm., yang membahas “Penggunaan Obat Epilepsi pada Anak”. Melalui sesi pemaparan materi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam ini, antusiasme dari para peserta sangat tinggi dan positif. Interaksi juga dibangun dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman seputar perawatan epilepsi pada anak.Perjalanan epilepsi memiliki kabar baik, ditemukan banyak sindrom epilepsi anak bersifat ‘self-limited’ yang artinya hilang sendiri saat anak memasuki masa pubertas. Sekitar 7 dari 10 anak bisa bebas kejang dengan obat, sebagian dapat berhenti obat setelah 2 sampai 3 tahun bebas kejang. Hal yang perlu dipantau adalah epilepsi sulit dikontrol perlu evaluasi lanjutan, tumbuh kembang, belajar dan perilaku perlu dipantau berkala. Prognosis tergantung penyebab dan jenis sindrom epilepsi.Diharapkan melalui webinar epilepsi ini, para peserta yang hadir lebih memahami apa itu epilepsi, bagaimana melakukan pertolongan pertama pada saat kejang, serta turut memperhatikan tumbuh dan kembang pada anak. Anak dengan epilepsi tetap bisa bermain, berteman, bersekolah, dan meraih cita-citanya. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON  Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Menjadi Tuan Rumah Active Ageing Summit 2026, Bahas Strategi Nasional Hadapi Peningkatan Populasi Lansia

RSPON- — Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menjadi lokasi penyelenggaraan hari pertama Active Ageing Summit 2026, rangkaian Puncak Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 bidang kesehatan. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, sektor swasta, hingga komunitas lansia untuk membahas kesiapan Indonesia menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.Acara diawali dengan penampilan angklung dari kelompok lansia RSUD Tugu Koja yang menunjukkan semangat produktif dan aktif di usia lanjut bersama dengan Wakil Menteri Kesehatan RI II (dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR),  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas (dr. Maria Endang Sumiwi, MPH), Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (dr. Imran Pambudi, MPHM) dan Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS). Acara dilanjukan dengan menyampaikan laporan penyelenggaraan kegiatan yang disampaikan oleh  Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas  dilanjutkan dengan keynote speech dari Wakil Menteri  Kesehatan RI II. Pembahasan utama pada hari pertama berfokus pada kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi yang akan bertransformasi menjadi masyarakat menua pada tahun 2045. Dalam sesi keynote, para narasumber menyoroti pentingnya pembangunan sistem kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan lansia secara komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.Diskusi kemudian berlanjut pada isu penguatan sistem layanan kesehatan bagi lansia. Para pakar kesehatan dan perwakilan pemerintah membahas pentingnya pelayanan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan primer, rumah sakit, dan layanan berbasis komunitas untuk memastikan lansia mendapatkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan.Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai care economy lansia. Diskusi ini mengulas potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya kebutuhan layanan perawatan, rehabilitasi, pendampingan, hingga hunian ramah lansia. Para pembicara menilai bahwa sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan lansia.Pada sesi siang, pembahasan difokuskan pada kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang ramah lansia. Para narasumber menekankan pentingnya desain pelayanan yang berpusat pada pasien, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta sistem pembiayaan yang mampu mendukung pelayanan geriatri secara optimal.Perkembangan teknologi juga menjadi salah satu topik utama dalam summit ini. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam perawatan lansia dinilai memiliki potensi untuk mendukung pemantauan kesehatan secara lebih personal dan membantu deteksi dini berbagai kondisi kesehatan yang sering dialami kelompok usia lanjut.Pembahasan kemudian berlanjut pada perkembangan berbagai masalah geriatri yang semakin menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Para narasumber menyoroti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif pada kelompok lanjut usia, termasuk demensia dan Alzheimer, yang memerlukan penanganan komprehensif mulai dari deteksi dini, diagnosis, tata laksana, hingga dukungan bagi keluarga dan caregiver. Dalam sesi ini, perwakilan RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berbagi pandangan mengenai pentingnya penguatan layanan kesehatan otak dan saraf bagi lansia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut.Menjelang penutupan kegiatan, para peserta mengikuti diskusi mengenai penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung strategi nasional lanjut usia. Perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga menyampaikan pandangan serta komitmen masing-masing dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lansia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua, sekaligus memastikan lansia tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi aktif di masyarakat.Sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang neurologi dan kesehatan otak, RSPON Mahar Mardjono Jakarta turut berkontribusi dalam diskusi terkait perkembangan masalah geriatri di Indonesia, khususnya peningkatan kasus demensia dan Alzheimer. Dalam sesi tersebut, para ahli menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan otak bagi lansia melalui deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengembangan layanan geriatri yang lebih komprehensif.Melalui Active Ageing Summit 2026, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa lansia bukan hanya kelompok yang membutuhkan perlindungan, tetapi juga aset bangsa yang perlu diberdayakan agar tetap sehat, aktif, mandiri, dan produktif. (a.n-Humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua