Gedung Layanan RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Mencari Rumah Sakit Saraf dan Otak Berkualitas?

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menjadi pusat rujukan nasional dalam penanganan khusus kesehatan otak dan saraf, juga sebagai pilot project.

Tentang Kami Kunjungi Kami
Paket & Penawaran

Paket Layanan Unggulan

Dapatkan layanan terbaik untuk kesehatan otak dan saraf Anda.

Lihat Semua Paket
Skrining Demensia Paket

Skrining Demensia

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Komprehensive Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah Paket

Basic Skrining Nyeri Punggung Bawah

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Komprehensif Skrining  Nyeri Kepala Paket

Komprehensif Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Basic Skrining Nyeri Kepala Paket

Basic Skrining Nyeri Kepala

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up + Paket

Paket Brain Check Up +

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Brain Check Up Paket

Paket Brain Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Paket Gold – Stroke Check Up Paket

Paket Gold – Stroke Check Up

Periode Juni - Des 2026

Lihat Detail
Poli Eksekutif

Poli Eksekutif
RSPON Mahar Mardjono

Layanan kesehatan neurologi premium yang dirancang untuk memberikan perawatan yang cepat, nyaman, dan eksklusif oleh dokter subspesialis berpengalaman.

Fasilitas
Eksklusif
Akses Cepat
Layanan
Ditangani
Spesialis
Privasi &
Kenyamanan
Selengkapnya
Testimoni Pasien

Cerita Pengalaman Pasien

Pasien MCU Haji & Umroh
Video
“

Pelayanan MCU Haji & Umroh di RSPON sangat profesional dan lengkap. Prosesnya jelas, ditangani tenaga medis yang sabar serta informatif. Saya merasa lebih tenang sebelum keberangkatan.

Pasien MCU Haji & Umroh | Medical Check Up Haji & Umroh
Pasien Neuroprecise
Video
“

Dengan Tes Genetik di RSPON, dokter dapat menemukan obat yang paling cocok untuk kondisi saya. Hasilnya lebih akurat dan efek samping berkurang jauh. Inovasi layanan yang luar biasa.

Pasien Neuroprecise | Layanan Neuroprecise
Pasien Ny. R (83 Tahun)
“

Saya sangat bersyukur dan senang berobat di RSPON. Saat terkena stroke iskemik pertama kali pada tahun 2022, penanganan dari tim medis dan tenaga kesehatan di IGD sangat cepat dan luar biasa baik.

Pasien Ny. R (83 Tahun) | Layanan Eksekutif
Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun)
“

Penanganan di IGD RSPON luar biasa cepat dan cekatan. Dokter spesialis saraf langsung bertindak dan menjelaskan bahwa saya harus menjalani tindakan Trombektomi untuk mengangkat sumbatan di pembuluh darah. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan saya dirawat selama 7 hari dengan sangat baik.

Pasien Ny. Rohaeni (64 Tahun) | Poli Neurovaskular

Informasi Terkini

Lihat Semua
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dorong Deteksi Dini serta Perawatan Pasien Alzheimer melalui Edukasi Pasien dan Keluarga Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dorong Deteksi Dini serta Perawatan Pasien Alzheimer melalui Edukasi Pasien dan Keluarga

🧠 Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) terus meningkatkan awareness kepada masyarakat, khususnya terkait Alzheimer. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Pasien dan Keluarga bertema "Perkembangan Terkini Pengobatan Alzheimer dan Mengenali Tanda Masalah Gigi pada Pasien Alzheimer".Dalam kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Nanda Charitanadya Adhitama, Sp.N, memaparkan perkembangan terkini  pengobatan Alzheimer. Sementara itu, drg. Muhammad Rizky,Sp.KG, memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali kesehatan gigi pada pasien Alzheimer.Dalam pemaparannya, dr. Nanda menjelaskan bahwa Alzheimer bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Proses perubahan pada otak, termasuk penumpukan plak amiloid, dapat berlangsung selama 15 hingga 20 tahun sebelum gejala terlihat. Kondisi ini dapat berkembang dari gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI) hingga demensia yang menyebabkan pasien semakin bergantung penuh pada keluarga.Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal Alzheimer, seperti sering mengulang pertanyaan yang sama, kesulitan menemukan kata-kata, bingung terhadap waktu dan tempat, sering kehilangan barang, kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya familiar, hingga perubahan perilaku.dr. Nanda menjelaskan bahwa saat ini telah berkembang metode pemeriksaan biomarker melalui darah untuk membantu mendeteksi adanya plak amiloid. Sementara untuk terapi, selain terapi simtomatik seperti donepezil, kini telah dikembangkan terapi disease modifying therapy seperti lecanemab dan donanemab yang diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit pada pasien tahap awal.Selain perkembangan diagnosis dan pengobatan, dr. Nanda juga menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko demensia. Menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, rutin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan sehat, melatih kemampuan kognitif seperti membaca dan bermain puzzle, menjaga kualitas tidur, serta tetap aktif bersosialisasi menjadi kunci menjaga fungsi otak.Edukasi kemudian dilanjutkan oleh drg. Muhammad Rizky yang mengingatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut juga perlu mendapat perhatian pada pasien Alzheimer. Gangguan kognitif dapat membuat pasien lupa tahapan menyikat gigi, kesulitan mengenali alat, hingga tidak mampu menyampaikan rasa sakit secara jelas.Keluarga perlu memperhatikan perubahan seperti cara makan yang berubah, wajah meringis, gelisah, bibir kering, lidah berlapis keputihan, gusi memerah, gigi berlubang, gigi patah, sariawan, mulut kering, maupun masalah pada gigi palsu.Untuk perawatan pasien Alzheimer, drg. Rizky menyarankan agar bantuan menyikat gigi diberikan secara bertahap dengan satu instruksi satu langkah, dilakukan pada saat pasien dalam kondisi tenang, serta didampingi dengan memegang sikat bersama-sama. Setiap perawatan yang dilakukan juga sebaiknya dicatat untuk dikonsultasikan saat pemeriksaan rutin.Melalui kegiatan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta mengajak masyarakat dan keluarga untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi pasien dan tidak menunggu keluhan muncul sebelum melakukan pemeriksaan. Perawatan rutin, baik kesehatan otak maupun gigi dan mulut, menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup pasien Alzheimer. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Siap Paripurna pada Penilaian Akreditasi 2026 Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Siap Paripurna pada Penilaian Akreditasi 2026

🧠 Berita RSPON – Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia wajib melaksanakan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara terus-menerus. Salah satunya dengan penyelenggaraan akreditasi. Dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) telah melalui persiapan akreditasi rumah sakit salah satunya dengan pelaksanaan PITSTOP yang diikuti oleh seluruh civitas. Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan seluruh unsur pelayanan memahami standar yang harus dipenuhi sekaligus memperkuat koordinasi antar unit dalam penerapannya secara konsisten.Penilaian akreditasi rumah sakit tahun 2026 berlangsung selama 3 (tiga) hari di RSPON Mahar Mardjono Jakarta dimulai dari Senin, 21 September - Rabu, 23 September 2026. Penilaian akreditasi rumah sakit ini meliputi wawancara dan juga telusur lapangan yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) selaku penyelenggara. Para surveior dari KARS didampingi oleh tim akreditasi RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Diharapkan melalui penilaian akreditasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta mampu mempertahankan predikat paripurna dan terus meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan. Melalui penilaian akreditasi ini juga mendorong RSPON Mahar Mardjono Jakarta untuk mencapai visinya yaitu menjadi rumah sakit bertaraf level Asia yang memiliki pelayanan otak dan persarafan unggulan dengan pertumbuhan berkelanjutan. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dukung Pembinaan Dokter Kecil di Sekolah Dasar Melalui Edukasi Kesehatan Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dukung Pembinaan Dokter Kecil di Sekolah Dasar Melalui Edukasi Kesehatan

🧠 Berita RSPON – Program Dokter Kecil adalah kegiatan pelatihan kesehatan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) agar mampu menjadi penggerak hidup sehat bagi diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitar. Program ini merupakan bagian dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dibina langsung oleh pihak sekolah bersama petugas Puskesmas. Bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dalam pembinaan Dokter Kecil, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) memaparkan edukasi kesehatan ke SDN Cawang 09 dan SDN Cililitan 02 pada Rabu, 16 September 2026.RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yang memberikan pemaparan terkait "P3K: Siap Menolong, Siap Bertindak!" oleh dr. Tamara Tango dan Dewi Gemilang Sari, MKM dimana materi ini memberikan pelajaran untuk para dokter kecil untuk belajar cara penanganan dasar pada luka ringan, mimisan, pingsan, hingga cara membalut luka dengan benar. Lalu ada materi tentang "Dokter Kecil Ajak Bergerak untuk Otak Sehat + Senam Otak Bersama" yang dipandu oleh Yeni Maratus Sholeha, S.Tr. Kes. Serta materi tentang "Pilih Makanan Tepat, Otak Jadi Pintar"  oleh  Celline Pangesti, S.Gz Diharapkan melalui edukasi ini, para dokter kecil yang terdiri dari siswa sekolah dasar mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan siswa sebagai teladan serta penggerak kesehatan di sekolah dan rumah. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Selenggarakan Simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Selenggarakan Simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan

🧠 Berita RSPON – Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Guna memberikan edukasi kepada seluruh civitas hospitalia Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), maka diselenggarakan simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada Senin, 14 September 2026 di Aula Lantai 13 Gedung B dan Selasa, 15 September 2026 di Auditorium Lantai 16 Gedung B yang meliputi simulasi code red (kebakaran) dan code green (gempa bumi).Sebagai penyedia jasa layanan kesehatan, rumah sakit harus mengutamakan keamanan pasien termasuk pada saat bencana terjadi, evakuasi pasien menggunakan metode yang tepat dapat meminimalisir adanya cedera ataupun kecelakaan. Diharapkan dengan adanya simulasi ini, seluruh civitas RSPON Mahar Mardjono Jakarta dapat lebih waspada saat bencana terjadi sehingga mampu menghadapi kondisi darurat ini dengan sigap. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dorong Deteksi Dini serta Perawatan Pasien Alzheimer melalui Edukasi Pasien dan Keluarga Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dorong Deteksi Dini serta Perawatan Pasien Alzheimer melalui Edukasi Pasien dan Keluarga

🧠 Berita RSPON – Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) terus meningkatkan awareness kepada masyarakat, khususnya terkait Alzheimer. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Pasien dan Keluarga bertema "Perkembangan Terkini Pengobatan Alzheimer dan Mengenali Tanda Masalah Gigi pada Pasien Alzheimer".Dalam kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Neurologi RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Nanda Charitanadya Adhitama, Sp.N, memaparkan perkembangan terkini  pengobatan Alzheimer. Sementara itu, drg. Muhammad Rizky,Sp.KG, memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali kesehatan gigi pada pasien Alzheimer.Dalam pemaparannya, dr. Nanda menjelaskan bahwa Alzheimer bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba. Proses perubahan pada otak, termasuk penumpukan plak amiloid, dapat berlangsung selama 15 hingga 20 tahun sebelum gejala terlihat. Kondisi ini dapat berkembang dari gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI) hingga demensia yang menyebabkan pasien semakin bergantung penuh pada keluarga.Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal Alzheimer, seperti sering mengulang pertanyaan yang sama, kesulitan menemukan kata-kata, bingung terhadap waktu dan tempat, sering kehilangan barang, kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya familiar, hingga perubahan perilaku.dr. Nanda menjelaskan bahwa saat ini telah berkembang metode pemeriksaan biomarker melalui darah untuk membantu mendeteksi adanya plak amiloid. Sementara untuk terapi, selain terapi simtomatik seperti donepezil, kini telah dikembangkan terapi disease modifying therapy seperti lecanemab dan donanemab yang diharapkan dapat memperlambat perkembangan penyakit pada pasien tahap awal.Selain perkembangan diagnosis dan pengobatan, dr. Nanda juga menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko demensia. Menjaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, rutin beraktivitas fisik, menerapkan pola makan sehat, melatih kemampuan kognitif seperti membaca dan bermain puzzle, menjaga kualitas tidur, serta tetap aktif bersosialisasi menjadi kunci menjaga fungsi otak.Edukasi kemudian dilanjutkan oleh drg. Muhammad Rizky yang mengingatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut juga perlu mendapat perhatian pada pasien Alzheimer. Gangguan kognitif dapat membuat pasien lupa tahapan menyikat gigi, kesulitan mengenali alat, hingga tidak mampu menyampaikan rasa sakit secara jelas.Keluarga perlu memperhatikan perubahan seperti cara makan yang berubah, wajah meringis, gelisah, bibir kering, lidah berlapis keputihan, gusi memerah, gigi berlubang, gigi patah, sariawan, mulut kering, maupun masalah pada gigi palsu.Untuk perawatan pasien Alzheimer, drg. Rizky menyarankan agar bantuan menyikat gigi diberikan secara bertahap dengan satu instruksi satu langkah, dilakukan pada saat pasien dalam kondisi tenang, serta didampingi dengan memegang sikat bersama-sama. Setiap perawatan yang dilakukan juga sebaiknya dicatat untuk dikonsultasikan saat pemeriksaan rutin.Melalui kegiatan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta mengajak masyarakat dan keluarga untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi pasien dan tidak menunggu keluhan muncul sebelum melakukan pemeriksaan. Perawatan rutin, baik kesehatan otak maupun gigi dan mulut, menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup pasien Alzheimer. (S.A/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Siap Paripurna pada Penilaian Akreditasi 2026 Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Siap Paripurna pada Penilaian Akreditasi 2026

🧠 Berita RSPON – Fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia wajib melaksanakan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara terus-menerus. Salah satunya dengan penyelenggaraan akreditasi. Dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) telah melalui persiapan akreditasi rumah sakit salah satunya dengan pelaksanaan PITSTOP yang diikuti oleh seluruh civitas. Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan seluruh unsur pelayanan memahami standar yang harus dipenuhi sekaligus memperkuat koordinasi antar unit dalam penerapannya secara konsisten.Penilaian akreditasi rumah sakit tahun 2026 berlangsung selama 3 (tiga) hari di RSPON Mahar Mardjono Jakarta dimulai dari Senin, 21 September - Rabu, 23 September 2026. Penilaian akreditasi rumah sakit ini meliputi wawancara dan juga telusur lapangan yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) selaku penyelenggara. Para surveior dari KARS didampingi oleh tim akreditasi RSPON Mahar Mardjono Jakarta.Diharapkan melalui penilaian akreditasi ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta mampu mempertahankan predikat paripurna dan terus meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan. Melalui penilaian akreditasi ini juga mendorong RSPON Mahar Mardjono Jakarta untuk mencapai visinya yaitu menjadi rumah sakit bertaraf level Asia yang memiliki pelayanan otak dan persarafan unggulan dengan pertumbuhan berkelanjutan. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dukung Pembinaan Dokter Kecil di Sekolah Dasar Melalui Edukasi Kesehatan Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dukung Pembinaan Dokter Kecil di Sekolah Dasar Melalui Edukasi Kesehatan

🧠 Berita RSPON – Program Dokter Kecil adalah kegiatan pelatihan kesehatan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) agar mampu menjadi penggerak hidup sehat bagi diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitar. Program ini merupakan bagian dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dibina langsung oleh pihak sekolah bersama petugas Puskesmas. Bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dalam pembinaan Dokter Kecil, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) memaparkan edukasi kesehatan ke SDN Cawang 09 dan SDN Cililitan 02 pada Rabu, 16 September 2026.RSPON Mahar Mardjono Jakarta menghadirkan narasumber ahli yang memberikan pemaparan terkait "P3K: Siap Menolong, Siap Bertindak!" oleh dr. Tamara Tango dan Dewi Gemilang Sari, MKM dimana materi ini memberikan pelajaran untuk para dokter kecil untuk belajar cara penanganan dasar pada luka ringan, mimisan, pingsan, hingga cara membalut luka dengan benar. Lalu ada materi tentang "Dokter Kecil Ajak Bergerak untuk Otak Sehat + Senam Otak Bersama" yang dipandu oleh Yeni Maratus Sholeha, S.Tr. Kes. Serta materi tentang "Pilih Makanan Tepat, Otak Jadi Pintar"  oleh  Celline Pangesti, S.Gz Diharapkan melalui edukasi ini, para dokter kecil yang terdiri dari siswa sekolah dasar mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan siswa sebagai teladan serta penggerak kesehatan di sekolah dan rumah. (mfy/humas)

Selengkapnya
RSPON Mahar Mardjono Jakarta Selenggarakan Simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan Berita

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Selenggarakan Simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan

🧠 Berita RSPON – Bencana merupakan peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.Guna memberikan edukasi kepada seluruh civitas hospitalia Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta), maka diselenggarakan simulasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) pada Senin, 14 September 2026 di Aula Lantai 13 Gedung B dan Selasa, 15 September 2026 di Auditorium Lantai 16 Gedung B yang meliputi simulasi code red (kebakaran) dan code green (gempa bumi).Sebagai penyedia jasa layanan kesehatan, rumah sakit harus mengutamakan keamanan pasien termasuk pada saat bencana terjadi, evakuasi pasien menggunakan metode yang tepat dapat meminimalisir adanya cedera ataupun kecelakaan. Diharapkan dengan adanya simulasi ini, seluruh civitas RSPON Mahar Mardjono Jakarta dapat lebih waspada saat bencana terjadi sehingga mampu menghadapi kondisi darurat ini dengan sigap. (mfy/humas)

Selengkapnya

Lihat semua artikel di halaman informasi lengkap.

Lihat Semua Artikel

Mitra Asuransi Kami

Lihat Semua